AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Berkapasitas 110 MW, PLTP Blawan Ijen Beroperasi Awal 2024

ECONOMICS
Ali Masduki
Kamis, 10 Juni 2021 18:36 WIB
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Blawan Ijen, Jawa Timur yang berkapasitas 110 megawatt (MW) ini ditargetkan beroperasi pada Januari 2024.
MNC Media

IDXChannel- Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Blawan Ijen, Jawa Timur bakal dilanjutkan tahun depan setelah sempat terhenti akibat COVID-19. Eksplorasi pertama di Jatim yang berkapasitas 110 megawatt (MW) ini ditargetkan beroperasi pada Januari 2024.

Sekretaris Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Didik Agus Wijanarko, mengatakan saat ini sudah selesai dilakukan pengeboran sumur pertama dari total empat sumur yang direncanakan dalam tahap eksplorasi.

"Diharapkan sumur produksi yang akan di bor nanti mampu menghasilkan total 2x55 mw. Jadi diharapkan pembangkit listrik dari panas bumi yang ada di Belawan Ijen nanti secara keseluruhan 110 MW, tetapi pada saat serah terima nanti diharapkan minimal 30 MW," katanya disela-sela Sosialisasi Capaian Bauran Energi Baru dan Terbarukan (RUED) dan Sosialisasi Aplikasi DIMAS EBA (Digitalisasi Informasi Energi Baru dan Terbarukan), di kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/6).

Didik mengakui, secara keseluruhan pasokan listrik memang masih surplus. Ekplorasi PLTP tersebut selain untuk menjaga kebutuhan listrik di Jawa Timur diatas kebutuhan, juga sesuai program pemerintah untuk mengurangi pembangkit-pembangkit listrik yang berbahan bakar batu bara. "Pembangkit listrik berbahan batu bara dan listrik diturunkan dan diganti dengan pembangkit listrik yang bersumber dari EBT dinaikkan. Sehingga secara keseluruhan kapasitas sama," terangnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan menegaskan bahwa pemerintah provinsi Jawa Timur terus menggali potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai cadangan masa depan kebutuhan energi Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung percepatan peningkatan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Jawa Timur.

Menurutnya, energi merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, karena hampir semua aktivitas manusia memanfaatkan energi. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya jumlah penduduk, peranan energi sebagai pendukung pembangunan ekonomi menjadi sangat penting.

"Maka dalam pengelolaannya harus secara efektif, rasional, dan bijaksana agar kebutuhan energi pada masa sekarang dan masa yang akan datang dapat terpenuhi," tegasnya.

Drajat menjelaskan, kondisi saat di Jawa Timur total konsumsi energi listrik Timur sebesar 35.838 GWh. Pengguna energi listrik terbesar adalah sektor Industri mencapai 44%, selanjutnya sektor Rumah Tangga 37%, Perdagangan/usaha 13%, dan Sosial 6%.

Ketersediaan Listrik di Jawa Timur di peroleh dari Pasokan PLTU, PLTGU, dan PLTA dengan jumlah daya dari pembangkit sebesar 8.839 MW yang tersambung ke jaringan listrik Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan Beban Puncak sebesar 5.716 MW.

Sedangkan potensi energi terbarukan di Jawa Timur berdasarkan data Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), untuk panas bumi sebesar 1.012 MW, energi air 525 MW, energi angin 7.907 MW, bioenergi 3.420 MW, energi surya 10.335 MW dan energi gelombang 1.200 MW.  

"Sumber daya energi tersebut merupakan aset daerah yang harus dikelola dengan baik melalui perencanaan yang baik dan tepat," kata dia.

Pada Tahun 2020 Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur telah selesai menghitung Bauran Energi Baru dan Terbarukan, dengan komposisi EBT 11,75 %, Minyak Bumi 25,61, Gas Bumi 40,60, dan Batubara 22,04 %. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD