AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

BI Jatim: Kredit UMKM di Jawa Timur Minus 0,23 Persen

ECONOMICS
Lukman Hakim
Selasa, 30 Maret 2021 12:55 WIB
Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur mencatat angka penyaluran kredit UMKM pada triwulan IV/2020 minus 0,23% dibanding periode yang sama di 2020 (yoy).
BI Jatim: Kredit UMKM di Jawa Timur Minus 0,23 Persen. (Foto: MNC Media)
BI Jatim: Kredit UMKM di Jawa Timur Minus 0,23 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur mencatat angka penyaluran kredit UMKM pada triwulan IV/2020 minus 0,23% dibanding periode yang sama di 2020 (yoy). Jumlah itu juga melambat dibandingkan triwulan III 2020 yang tumbuh 1,42% (yoy). Kondisi ini akibat perlambatan kredit investasi (KI) UMKM.

Mengacu Laporan Perekonomian Jatim yang dirilis Bank Indonesia, hingga triwulan IV 2020, penyaluran kredit secara total sebesar Rp477,32 triliun. Realisasi tersebut turun dibanding 2019 yang sebesar Rp494,29 triliun.

"Masyarakat masih cenderung membatasi aktivitas ekonominya dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Sehingga memengaruhi perlambatan kredit investasi UMKM," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, Difi Ahmad Johansyah, Selasa (30/3/2021).

Meski begitu, kata dia, pangsa kredit UMKM terhadap total kredit di Jatim terus mengalami peningkatan. Pada triwulan IV 2020, pangsa kredit UMKM mengalami kenaikan mencapai 28, 89%, dibandingkan triwulan III 2020 yaitu 28,33%.

Proporsi kredit tersebut lebih tinggi dibandingkan target kredit UMKM yang ditetapkan pemerintah minimal adalah 15% dan minimal 20% pada tahun 2018. "Jawa Timur telah mencapai target tersebut dan terus mengalami peningkatan proporsi sejak tahun 2013," ujar Difi.

Dia menambahkan, mayoritas penyaluran kredit UMKM terjadi pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta sektor Industri Pengolahan. Dua sektor ini berkontribusi besar terhadap perekonomian Jatim.

Meskipun masih mendominasi, pertumbuhan kredit UMKM ke kedua sektor tersebut  mengalami perlambatan pada triwulan IV 2020 dibandingkan triwulan III 2020. "Perlambatan disebabkan pelaku usaha masih menggunakan persediaan yang ada," terangnya.

Diketahui, sebesar 93,46% total kredit perbankan Jatim masih disalurkan oleh bank umum konvensional. Angka itu sedikit menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 93,65%.

Dari sisi pertumbuhan kredit, bank umum konvensional mengalami perlambatan. Sementara penyaluran pembiayaan bank umum syariah mengalami peningkatan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD