AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

BI Prediksi Awal Maret Terjadi Inflasi 0,15 Persen

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Jum'at, 07 Mei 2021 17:53 WIB
Bank Indonesia (BI) memperkirakan awal Mei 2021 terjadi inflasi sebesar 0,15 persen.
BI Prediksi Awal Maret Terjadi Inflasi 0,15 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memperkirakan awal Mei 2021 terjadi inflasi sebesar 0,15 persen. Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Mei 2021 secara tahun kalender sebesar 0,73 persen (year to date), dan secara tahunan sebesar 1,51 persen (year on year). 

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi Mei 2021 sampai dengan minggu pertama yaitu komoditas angkutan antar kota sebesar 0,11 persen (mtm), daging ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm), jeruk dan daging sapi masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm), minyak goreng, emas perhiasan dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm). 

"Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai merah sebesar -0,06 persen (mtm), cabai rawit sebesar -0,05 persen (mtm), bawang merah dan telur ayam ras masing-masing sebesar -0,01 persen (mtm)," kata Erwin di Jakarta, Jumat (7/5/2021).


Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

“Bank Indonesia juga melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” kata Erwin.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD