AALI
8075
ABBA
600
ABDA
6950
ABMM
1280
ACES
1305
ACST
264
ACST-R
0
ADES
2370
ADHI
680
ADMF
7650
ADMG
216
ADRO
1380
AGAR
398
AGII
1740
AGRO
2540
AGRO-R
0
AGRS
262
AHAP
57
AIMS
430
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
655
AKRA
3540
AKSI
418
ALDO
625
ALKA
228
ALMI
254
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
439.01
0.19%
+0.82
IHSG
6071.68
0.03%
+1.64
LQ45
825.01
0.24%
+1.96
HSI
26125.00
0.63%
+163.97
N225
27742.28
1.68%
+458.69
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
841,965 / gram

BNI Cetak Laba Rp2,39 Triliun di Kuartal I-2021

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 27 April 2021 10:55 WIB
Realisasi tersebut merosot sekitar 43,7 persen secara tahunan dari Rp 4,25 triliun.
BNI cetak laba Rp2,39 Triliun di kuartal I-2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,39 triliun pada kuartal I-2021. Realisasi tersebut merosot sekitar 43,7 persen secara tahunan dari Rp 4,25 triliun. 

Capaian laba BNI pada kuartal I-2021 dibarengi dengan kecukupan pencadangan atau coverage ratio pada level 200,5 persen, lebih tinggi dari posisi akhir tahun 2020 yang sebesar 182,4 persen. 
Sementara perolehan laba bersih sebelum pencadangan atau PreProvisioning Operating Profit (PPOP) BNI sebesar Rp 7,84 triliun. 

Manajemen BBNI mengatakan, capaian PPOP itu meningkat 5,9 persen dibandingkan kuartal I-2020, yaitu sebesar Rp 7,4 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perseroan untuk menghasilkan laba sebelum pencadangan terus meningkat dan bahkan telah diatas kondisi sebelum pandemi meluas di Indonesia di Kuartal 1 tahun 2020 Bank dengan kode emiten BBNI itu juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8,1 persen secara tahunan pada periode Januari hingga Maret 2021, menjadi Rp 639. 

Pertumbuhan tersebut dikontribusikan oleh peningkatan giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 13,1 persen dan 12,9 persen. Di tengah tren penurunan suku bunga, BBNI berupaya untuk memastikan pertumbuhan DPK yang sehat dalam rangka menjaga marjin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM). 

Pada kuartal pertama 2021, Perseroan membukukan NIM sebesar 4,9 persen. Selain itu, BNI juga membukukan pertumbuhan kredit sebesar 2,2 persen dibanding periode kuartal I-2020. Jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri dimana hingga kuartal 1 tahun 2021, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 559,33 triliun. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD