Menurutnya, MIND ID merupakan holding dengan portofolio usaha yang beragam di sektor mineral dan pertambangan, mulai dari batu bara hingga logam.
"Kalau MIND ID kan normal holding company. Tapi kalau kita lihat satu-satu misalnya seperti kan di bawahnya itu ada Bukit Asam, itu batu bara, ada Inalum, ada Antam dan juga ada Freeport. Kan memang itu beda-beda kan ya industrinya ada yang di Antam, lebih banyak ada di nickel dan juga di emas," kata dia.
Sementara itu, kata Rosan, Perminas memiliki fokus yang lebih spesifik.
"Kalau Perminas ini memang lebih diarahkan untuk rare earth atau tanah jarang. Jadi memang setiap company mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda," kata Rosan.
Saat ditanya kembali apakah Danantara akan mengambil alih pengelolaan tambang emas Martabe, Rosan kembali menegaskan sikap perusahaan yang masih menunggu keputusan lebih lanjut.
"Pada saat ini kita adalah posisi yang menunggu saja," ujar Rosan.
(Dhera Arizona)