AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Bukan Ukraina, Bos Indomie Pakai Gandum dari Dua Negara Ini

ECONOMICS
Aldo Fernando - Riset
Rabu, 10 Agustus 2022 15:51 WIB
Komisaris Utama emiten produsen mi instan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Franciscus Welirang, memastikan harga produknya tidak terpengaruh perang.
Bukan Ukraina, Bos Indomie Pakai Gandum dari Dua Negara Ini. (Foto: MNC Media)
Bukan Ukraina, Bos Indomie Pakai Gandum dari Dua Negara Ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Komisaris Utama emiten produsen mi instan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Franciscus Welirang, memastikan harga produknya tidak terpengaruh dengan adanya perang di Ukraina, pasalnya perseroan tidak menggunakan produk tandum dari negeri yang dilanda perang tersebut.

Franky, sapaan akrab Franciscus Welirang, bahan gandum yang dipakai untuk memproduksi mi instan bermerek Indomie itu tidak berasal dari Ukraina, melainkan dua negara lain, yakni Kanada dan Australia. Persentase yang dipakai pun tidak sebanyak yang disebutkan.

"Kita tidak pakai gandum Ukraina. Kita pakai gandum dari Kanada dan Australia," jelas Franky kepada IDXChannel.com dalam wawancara melalui telepon, Rabu (10/8/2022).

Atas alasan itu, dia pun membantah mengenai kemungkinan naiknya harga produk mi instan sampai dengan tiga kali lipat. Sebab, harga gandum dunia saja kenaikanya tidak mencapai 100 persen.

"Harga gandum saja tidak sampai naik 100 persen. Ini harga gandum sudah tertinggi, kecuali ada perang lagi," beber dia.

Tidak hanya itu, dia juga produk mi instan tidak sepenuhnya berasal dari gandum, namun terdapat komposisi lainnya seperti minyak, bawang dan sebagainya. Sehingga, dia menilai kenaikan tiga kali lipat tersebut berlebihan.

"Saya yakin konsumen kita ini akalnya sehat. Para investor bisa membaca juga," kata Franky.

Lagi pula, Franky bilang, saat ini ada panen gandum di Amerika Serikat (AS) dan di belahan bumi selatan sehingga ‘tidak ada masalah’ soal pasokan gandum.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut dampak perang antara Rusia - Ukraina terhadap rantai pasok bahan makanan mulai terasa di Indonesia. Dia bahkan memproyeksi harga mi instan bakal naik hingga tiga kali lipat.

Itu karena Indonesia bergantung pada impor komoditas dari dua negara. Sehingga kenaikan harga pangan berbasis impor tak bisa dihindari.

Mentan menjelaskan saat ini pasokan gandum Ukraina yang menjadi bahan baku pembuatan mie instan  mengalami masalah. Bahkan Mentan menyebut saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara tersebut.

"Jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan dalam webinar bersama Ditjen Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8/2022).  (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD