Sementara cadangan strategis merupakan stok sumber daya energi (seperti minyak mentah atau BBM) yang sengaja disimpan oleh negara untuk menjamin ketahanan nasional dari gangguan pasokan, krisis, atau keadaan darurat, serta sebagai bantalan untuk kebutuhan masa depan.
Di lain pihak, imbauan senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, yang berharap agar masyarakat tidak panik, apalagi sampai terpancing untuk melakukan panic buying yang justru berpotensi memperburuk keadaan.
"Tidak perlu khawatir. Tidak perlu panik, apalagi sampai panic buying, lalu melakukan penimbunan yang justru dampaknya bakal buruk untuk perekonomian, untuk kita semua," ujar Komaidi, dalam kesempatan yang sama.
Menurut Komaidi, pemerintah melalui Pertamina secara berkala pasti tetap akan melakukan penambahan stok, sehingga tidak mungkin bakal habis dalam 20 hari ke depan. Terlebih, jelang datangnya momen Idulfitri, Pertamina dipastikan juga telah menyiapkan skenario pendistribusian BBM dengan baik dan maksimal, melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri.
"Analoginya seperti toko saja, ketika stok laku, pasti akan diisi lagi dengan stok baru. Jadi sudah pasti aman. Stok di masing-masing wilayah saya kira juga pasti sudah diamankan, terkait momen Idulfitri ini. Jadi tidak usah khawatir. Kita insya allah masih bisa mudik dengan riang dan aman," ujar Komaidi.
(taufan sukma)