AALI
9275
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
725
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
177
ADRO
3230
AGAR
312
AGII
2220
AGRO
745
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1155
AKSI
274
ALDO
760
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
0.3%
+1.61
IHSG
7149.69
0.23%
+16.24
LQ45
1019.58
0.32%
+3.23
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

CDC Izinkan Booster Covid-19 pada Anak, BPOM: Indonesia Belum Ada Perubahan

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Jum'at, 20 Mei 2022 11:23 WIB
CDC izinkan anak usia 5-11 tahun menerima vaksin booster jenis Pfizer. Bagaimana dengan anak-anak Indonesia?
CDC izinkan anak usia 5-11 tahun menerima vaksin booster jenis Pfizer.
CDC izinkan anak usia 5-11 tahun menerima vaksin booster jenis Pfizer.

IDXChannel - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) izinkan anak usia 5-11 tahun menerima vaksin booster jenis Pfizer. Bagaimana dengan anak-anak Indonesia?

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM), hingga saat ini belum ada perubahan aturan soal pemberian vaksin booster. Artinya, kelompok usia di bawah 18 tahun belum eligible menerima vaksin booster.

"Sampai saat ini belum ada update pemberian booster untuk usia di bawah 18 tahun. Kalau sudan ada kabar terbaru, kami akan sampaikan ke masyarakat," respons BPOM saat ditanya MNC Portal, Jumat (20/5/2022).

Di Indonesia, vaksin booster memang masih ditujukan untuk masyarakat berusia 18 tauun ke atas. Lansia ataupun individu dengan komorbid yang terkendali pun boleh menerima booster.

Anak-anak, usia 6-11 tahun, dan remaja baru bisa menerima dosis kedua hingga saat ini. Cakupan vaksinasi kelompok ini pun terbilang sudah sangat tinggi. Menurut data Kementerian Kesehatan per 19 Mei 2022, penerima vaksin dosis kedua sudah 94,51 persen dan dosis kedua sudah diterima 81,49 persen dari total populasi remaja sebanyak 26,7 juta jiwa.

Sebelumnya, CDC umumkan usia 5-11 tahun sudah boleh terima booster. Vaksin dosis ketiga tersebut diberikan setidaknya 5 bulan setelah dosis kedua diberikan. Efek samping dinilai tidak berbahaya, malah booster memberi dampak perlindungan yang semakin efektif bagi tubuh anak-anak.

Bahkan, pada usia lebih tua, pemberian dosis keempat sudah mulai dipertimbangkan. Direncanakan dosis keempat diberikan 4 bulan setelah individu menerima dosis ketiga. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD