sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

CSIS Sebut Perjanjian Tarif Hanya Amankan 2 Persen Akses Pasar RI ke AS

Economics editor Anggie Ariesta
27/02/2026 15:46 WIB
CSIS memberikan catatan kritis terhadap efektivitas kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
CSIS Sebut Perjanjian Tarif Hanya Amankan 2 Persen Akses Pasar RI ke AS. (Foto Istimewa)
CSIS Sebut Perjanjian Tarif Hanya Amankan 2 Persen Akses Pasar RI ke AS. (Foto Istimewa)

Produk-produk tersebut meliputi komoditas unggulan seperti minyak sawit, kopi, karet, hingga komponen teknologi seperti semikonduktor dan suku cadang pesawat. Sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) juga mendapatkan fasilitas serupa melalui skema Tariff Rate Quota (TRQ).

Namun, Riandy menilai angka ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan perjanjian dagang internasional lainnya yang biasanya mampu mengamankan 90 hingga 99 persen total perdagangan nasional. Dia bahkan meragukan daftar 1.819 produk tersebut merupakan murni hasil negosiasi alot pemerintah sejak April 2025.

Pemerintah sebelumnya menyatakan kesepakatan ini krusial untuk melindungi sekitar 4 juta pekerja di sektor tekstil dan turunannya. Namun, CSIS mengingatkan fasilitas ini harus dibayar dengan reformasi tata kelola perdagangan yang cukup besar di pihak Indonesia.

Sebagai bentuk resiprokal, Indonesia juga memberikan tarif nol persen bagi produk impor asal AS, khususnya bahan baku pangan seperti Gandum dan Kedelai.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement