AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Cuan Gede, Festival Belanja Online Tanggal Kembar Bisa Raup Rp12 Triliun per Hari

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Jum'at, 26 November 2021 13:53 WIB
Transaksi saat festival belanja online tanggal kembar bisa mencapai Rp12 triliun per hari.
Cuan Gede, Festival Belanja Online Tanggal Kembar Bisa Raup Rp12 Triliun per Hari(Dok.MNC Media)
Cuan Gede, Festival Belanja Online Tanggal Kembar Bisa Raup Rp12 Triliun per Hari(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Program festival belanja online tanggal kembar berpotensi besar menciptakan peningkatan transaksi. Hal ini terlihat dari volume transaksi pada tanggal-tanggal kembar yang meningkat pesat.

Executive Director Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Arshi Adini mengungkapkan data terakhir dari festival belanja online pada tanggal kembar bisa mencapai Rp12 triliun per hari. Hal ini karena platform sudah menyiapkan promo angka kembar yang menarik.

"Kenapa kita membuat festival belanja seperti itu? Supaya demand transaksinya ada. Konsumen ditawarkan promo terbaik, nanti dari perbankan, platform, logistik memberikan subsidi besar-besaran diangka kembar tersebut. Jadi demand transaksi juga harus kita create," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (26/11/2021).

Menurut dia, strategi tersebut juga memberikan keuntungan bagi penjual yang menggunakan platform e-commerce untuk memasarkan produknya lebih luas.

"Seller yang sudah tahunan berjualan di e-commerce sudah punya strategi sendiri. Sementara untuk yang konvensional, mereka baru belajar shifting dari offline ke online. Di sini peran idEA dan platform untuk mengedukasi pemahaman skill digital mereka agar bisa bertransaksi ke pasar luas," tuturnya.

Dia melanjutkan, saat ini sebaran masyarakat yang memanfaatkan platform digital sudah cukup merata. Hanya saja untuk daerah yang infrastrukturnya masih terbatas masih perlu perhatian pemerintah.

"Itu yang kita coba petakan supaya pemanfaatan platform digital ini merata sehingga pengguna semakin banyak dan pada akhirnya masyarakat yang merasakan kemudahan dan keuntungan secara online," ungkapnya.

Dia optimis nilai transaksi e-commerce akan semakin meningkat ke depannya yang didorong preferensi masyarakat berbelanja daring, perkembangan layanan pembayaran digital, serta inovasi yang dilakukan oleh platform e-commerce.

"Kami optimis e-commerce akan terus meningkat dan akan jadi salah satu faktor kemajuan industri di Indonesia," tandasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD