AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Cuan Gede, Festival Belanja Online Tanggal Kembar Bisa Raup Rp12 Triliun per Hari

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Jum'at, 26 November 2021 13:53 WIB
Transaksi saat festival belanja online tanggal kembar bisa mencapai Rp12 triliun per hari.
Cuan Gede, Festival Belanja Online Tanggal Kembar Bisa Raup Rp12 Triliun per Hari(Dok.MNC Media)
Cuan Gede, Festival Belanja Online Tanggal Kembar Bisa Raup Rp12 Triliun per Hari(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Program festival belanja online tanggal kembar berpotensi besar menciptakan peningkatan transaksi. Hal ini terlihat dari volume transaksi pada tanggal-tanggal kembar yang meningkat pesat.

Executive Director Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Arshi Adini mengungkapkan data terakhir dari festival belanja online pada tanggal kembar bisa mencapai Rp12 triliun per hari. Hal ini karena platform sudah menyiapkan promo angka kembar yang menarik.

"Kenapa kita membuat festival belanja seperti itu? Supaya demand transaksinya ada. Konsumen ditawarkan promo terbaik, nanti dari perbankan, platform, logistik memberikan subsidi besar-besaran diangka kembar tersebut. Jadi demand transaksi juga harus kita create," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (26/11/2021).

Menurut dia, strategi tersebut juga memberikan keuntungan bagi penjual yang menggunakan platform e-commerce untuk memasarkan produknya lebih luas.

"Seller yang sudah tahunan berjualan di e-commerce sudah punya strategi sendiri. Sementara untuk yang konvensional, mereka baru belajar shifting dari offline ke online. Di sini peran idEA dan platform untuk mengedukasi pemahaman skill digital mereka agar bisa bertransaksi ke pasar luas," tuturnya.

Dia melanjutkan, saat ini sebaran masyarakat yang memanfaatkan platform digital sudah cukup merata. Hanya saja untuk daerah yang infrastrukturnya masih terbatas masih perlu perhatian pemerintah.

"Itu yang kita coba petakan supaya pemanfaatan platform digital ini merata sehingga pengguna semakin banyak dan pada akhirnya masyarakat yang merasakan kemudahan dan keuntungan secara online," ungkapnya.

Dia optimis nilai transaksi e-commerce akan semakin meningkat ke depannya yang didorong preferensi masyarakat berbelanja daring, perkembangan layanan pembayaran digital, serta inovasi yang dilakukan oleh platform e-commerce.

"Kami optimis e-commerce akan terus meningkat dan akan jadi salah satu faktor kemajuan industri di Indonesia," tandasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD