sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

DEN Wanti-Wanti Risiko Konflik AS vs Iran, Pelemahan Rupiah hingga Capital Outflow

Economics editor Rohman Wibowo
03/03/2026 01:01 WIB
Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu mewanti-wanti dampak perekonomian yang berpotensi dialami Indonesia di masa konflik bersenjata antara AS--Israel dan Iran.
DEN Wanti-Wanti Risiko Konflik AS vs Iran, Pelemahan Rupiah hingga Capital Outflow. (Foto Istimewa)
DEN Wanti-Wanti Risiko Konflik AS vs Iran, Pelemahan Rupiah hingga Capital Outflow. (Foto Istimewa)

Menurutnya, stimulus ekonomi terus didorong sebagai belanja fiskal yang efektif mengerek daya konsumsi masyarakat.

Di sisi global, Mari menyarankan Indonesia mesti melakukan diversifikasi pasar dari negara yang terkena ekses konflik. Jika kawasan Timur Tengah bergejolak terus tanpa kepastian, maka peralihan pasar bisa menyasar kawasan Eropa dan lainnya.

"Jangan lupa ASEAN, jangan lupa yang di depan mata kita, yaitu pasar di kawasan kita sendiri. ASEAN, punya perjanjian namanya RCEP yang ada China, Jepang, Korea, Australia, New Zealand. Ini semua bisa, sangat bisa kita juga manfaatkan untuk eh meningkatkan pasar kita," kata dia.

Namun yang terpenting, Mari menitikberatkan optimalisasi pasar dalam negeri. Penguatan pangsa pasar domestik semestinya mendatangkan profitabilitas bagi industri dan bakal memberikan efek ganda yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Dari penguatan ekonomi, nilai investasi bakal mengikuti.

"Amankan pasar dalam negeri maupun demand. Di dalam ketidakpastian, banyak yang mencari relokasi. Nah, di sinilah pentingnya PR dalam negeri kita juga untuk membuat Indonesia menarik untuk dunia investasi. Apakah itu untuk investasi portofolio, tapi yang penting juga untuk PMA. Karena itu akan menciptakan lapangan pekerjaan dan itu akan juga mendorong perekonomian," ujar Mari.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement