AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Diperkenalkan Airlangga, Kartu Prakerja Raih Pujian dari Negara-negara Anggota UNESCO

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Kamis, 23 Juni 2022 22:01 WIB
Airlangga Hartarto menerima pujian dari sejumlah negara anggota UNESCO saat International CONFINTEA VII terkait Program Kartu Prakerja di Maroko, pekan lalu.
Diperkenalkan Airlangga, Kartu Prakerja Raih Pujian dari Negara-negara Anggota UNESCO. (Foto: MNC Media)
Diperkenalkan Airlangga, Kartu Prakerja Raih Pujian dari Negara-negara Anggota UNESCO. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima pujian dari sejumlah negara anggota UNESCO saat International Conference on Adult Education ke-7 (CONFINTEA VII) terkait Program Kartu Prakerja di Maroko, pekan lalu.

Pada pertemuan itu, Airlangga menjelaskan Program Kartu Prakerja kepada seluruh negara UNESCO pada sesi utama panel ke-4 dengan tema “Preparing Adults for The Future”.

“Ada sekitar 12,8 juta lebih penerima Kartu Prakerja yang telah terlayani selama 26 bulan pelaksanaan program dan masih berlanjut hingga saat ini. Di mana semuanya dapat diselesaikan melalui smartphone,” kata Airlangga, dalam keterangan, Kamis (23/6/2022).

Airlangga mengaku Kartu Prakerja sudah diteliti secara independen oleh peneliti dalam negeri Indonesia maupun internasional. Misalnya, Bank Dunia, United Nations Development Programme (UNDP) dan The Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab Southeast Asia (J-PAL SEA).

Menko Perekonomian menuturkan Kartu Prakerja tidak hanya membantu pekerja yang terkena PHK, tapi juga membantu menciptakan wirausaha. Sejumlah negara sahabat yang memuji program Kartu Prakerja antara lain, Menteri Pendidikan Kepulauan Solomon, Lanelle Olandrea Tanangada.

Ia mengaku Kartu Prakerja menarik untuk diadopsi negaranya. 

"Program ini menghasilkan rincian spesifik atas persentase berbagai kelompok masyarakat, dan hal ini akan membantu kami mengidentifikasi masyarakat secara individu, tidak hanya di sektor formal, tapi juga mereka yang telah bekerja di sektor lain,” tutur Lanelle.

Senior Advisor (Non-Resident), Project on Prosperity and Development Center for Strategic & International Studies (CSIS) Gabriel Sanchez-Zinny, mengaku salut dengan presentasi yang dilengkapi dengan angka, hasil, dan fokus yang nyata pada pencapaian terkait Kartu Prakerja di Indonesia.

"Itulah yang kita butuhkan di bidang pendidikan. Prestasi dan rasa urgensi yang membantu pembelajar, terutama untuk yang membutuhkan,” ujar Sanchez-Zinny yang juga mantan menteri Pendidikan Buenos Aires, Argentina ini.

CEO AONTAS, Organisasi Pembelajaran Orang Dewasa Nasional Irlandia, Niamh O'Reilly menuturkan, Program Kartu Prakerja sebagai jawaban tantangan partisipasi pendidikan terhadap kelompok marjinal. 

Program ini menggabungkan tujuan pendidikan, keuangan, dan inklusi sosial tanpa mengorbankan kebebasan individu peserta belajar.

“Program ini mampu menghadirkan partisipasi penuh dari mereka yang tidak pernah menghadiri pelatihan, memungkinkan individu untuk mengidentifikasi pilihan pendidikan yang sesuai terkait dengan peluang kerja potensial, sambil mendorong partisipasi melalui dukungan moneter yang mempromosikan literasi keuangan,” katanya. 

Sementara, Direktur UIL UNESCO, David Atchoarena mengaku UNESCO menyambut baik partisipasi Indonesia dalam ajang CONFINTEA. 

Menurutnya, berbagai inisiatif yang dilakukan Indonesia menarik untuk dipelajari dan dikembangkan dalam skala global.

"Khususnya dalam menjawab tantangan yang dihadapi terkait dampak Covid-19 terhadap pasar tenaga kerja, pekerja, dan ekonomi di Indonesia secara umum, dengan Kartu Prakerja. Negara-negara anggota dapat mengacu pada pengalaman Indonesia untuk lebih memperkuat kebijakan dan keterlibatan mereka dalam pendidikan sebagai dasar SGD 4,” ujar David. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD