AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Doni Munardo: Larangan Mudik Pilihan yang Sangat Strategis

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Rabu, 05 Mei 2021 09:59 WIB
Doni Monardo menegaskan keputusan larangan mudik pada libur Lebaran Idul Fitri pada 6-17 Mei 2021 merupakan kebijakan yang sangat tepat dan strategis.
Doni Munardo: Larangan Mudik Pilihan yang Sangat Strategis (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo menegaskan keputusan larangan mudik pada libur Lebaran Idul Fitri pada 6-17 Mei 2021 merupakan kebijakan yang sangat tepat dan strategis.

“Keputusan pemerintah untuk larangan mudik ini bukan hanya tepat tetapi sangat tepat, sangat tepat, sangat tepat,” tegas Doni dalam dialog secara virtual dari FMB9, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

“Jadi pilihan untuk larang mudik ini adalah pilihan yang sangat strategis. Dan kita semuanya harus mengikuti keputusan ini,” tambah Doni.

Doni mengatakan bahwa keputusan mudik adalah keputusan politik negara semua pejabat harus satu narasi. “Ini adalah keputusan politik negara. Kepala negara adalah bapak Presiden Jokowi. Dan tidak boleh ada satupun pejabat pemerintah yang berbeda narasinya,” tegasnya.  

Oleh karenanya, kata Doni, sosialisasi harus terus dilakukan. “Kita harus melakukan hal ini adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat setiap saat, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik. Lebih baik hari ini kita lelah, kita dianggap cerewet daripada korban Covid berderet-deret. Karena sudah tidak ada lagi pilihan lain,” katanya.

Pasalnya, kata Doni, berkaca kepada perjalanan setahun lebih menghadapi Covid, setiap libur panjang pasti akan diikuti dengan kenaikan kasus aktif dan juga akan diikuti dengan bertambahnya angka kematian.

“Mulai dari Lebaran Idul Fitri tahun yang lalu, liburan Agustus, kemudian sampai dengan Natal dan Tahun Baru. Variasi angkanya antara 46 persen untuk angka kematian sampai dengan 75 persen. Kemudian demikian juga untuk kasus aktifnya dari posisi sekitar 70 persen sampai dengan 100 persen, jadi tinggi sekali,” kata Doni.

Bahkan, kata Doni, setiap habis libur panjang diikuti dengan kenaikan kasus aktif. Bertambahnya jumlah pasien di rumah sakit, ruang perawatan ICU, isolasi lebih dari 80 persen. “Bahkan pada periode bulan Januari awal tahun yang lalu beberapa provinsi telah mencapai lebih dari 100 persen. Sehingga pasien harus dibawa ke luar provinsi,” paparnya.

“Lantas diikuti dengan angka kematian harian yang juga sangat tinggi, lebih dari 250 kematian per hari. Dan yang tampak lagi adalah para pahlawan-pahlawan pejuang kemanusiaan yaitu para dokter dan juga perawat juga menjadi korban karena merawat pasien,” tegas Doni. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD