AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Dukung Penguatan UMKM, Realisasi Penjaminan KUR Askrindo Tembus Rp62,6 Triliun

ECONOMICS
Taufan Sukma/IDX Channel
Jum'at, 17 Juni 2022 07:09 WIB
penjaminan KUR Askrindo pada lima bulan pertama tahun 2022 telah berhasil menjaring sedikitnya 1.346.897 debitur.
Dukung Penguatan UMKM, Realisasi Penjaminan KUR Askrindo Tembus Rp62,6 Triliun (foto: MNC Media)
Dukung Penguatan UMKM, Realisasi Penjaminan KUR Askrindo Tembus Rp62,6 Triliun (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengumumkan capaian kinerja penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah direalisasikannya sebesar Rp62,6 triliun sepanjang periode Januari-Mei 2022 lalu. Capaian tersebut setara dengan 33,5 persen dari total target Penjaminan KUR perusahaan pada 2022, yaitu sebesar Rp186,5 triliun.

Secara cakupan fasilitas penjaminan, penjaminan KUR Askrindo pada lima bulan pertama tahun 2022 telah berhasil menjaring sedikitnya 1.346.897 debitur. Tak hanya itu, Askrindo juga berhasil merealisasikan Penjaminan Kredit Mikro Kecil (KMK) sebagai bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sepanjang 2020–2021 sebesar Rp20,9 Triliun, dengan jumlah UMKM debitur sebanyak 34.005 debitur.

"Ini merupakan bentuk dukungan Askrindo dalam upaya penguatan UMKM nasional. Sejumlah strategi telah kami persiapkan untuk mengejar target penyaluran KUR Nasional, seperti refreshment dan sosialisasi kebijakan dan produk KUR kepada mitra bank penyalur KUR agar akseptasi maupun pelayanan klaim dapat dilaksanakan sesuai SLA yang disepakati," ujar Direktur Operasional PT Askrindo, Erwan Djoko Hermawan, dalam keterangan resminya, Kamis (16/6/2022).

Menurut Erwan, pihaknya juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi agar program penguatan UMKM nasional dapat berjalan lebih maksimal.

“Dukungan pengembangan sistem operasional Penjaminan KUR melalui pemanfaatan teknologi host to host untuk klaim dan subrogasi online. Serta berperan dalam pengembangan dan pendampingan UMKM yang melibatkan pemangku kebijakan serta bank penyalur dengan tujuan terciptanya pelaku usaha UMKM yang sehat dan kuat, serta sebagai media untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM mendapatkan dukungan fasilitas keuangan dari bank penyalur,” tutur Erwan.

Keseluruhan upaya ini, lanjut Erwan, merupakan bagian dari peran serta Askrindo dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sebagaimana diketahui, berbagai langkah telah dilakukan Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi Indonesia pada triwulan I/2022, di mana pertumbuhan ekonomi telah berhasil tumbuh sebesar 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Selain itu, menguatnya daya beli masyarakat turut mendorong peningkatan inflasi April yang bertepatan dengan momen Ramadhan tahun 2022. Kondisi ini menjadi penanda bahwa daya beli masyarakat di masa Ramadan dan lebaran telah kembali ke level pra-pandemi. 

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan dalam siaran persnya bahwa dari sisi sektoral, ekonomi Indonesia pada triwulan I/2022 didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 19,19 persen, dan lalu diikuti oleh sektor Perdagangan.

“Dalam sektor tersebut, UMKM tentunya turut berkontribusi dalam mendukung pemulihan pertumbuhan perekonomian,” ujar Arilangga, dalam kesempatan terpisah.

Pemerintah juga terus mengakselerasi berbagai langkah dukungan bagi para pelaku ekonomi agar segera pulih dari dampak pandemi Covid-19 melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2022. Di tahun 2022, Pemerintah menargetkan Penyaluran KUR sebesar Rp373 Triliun yang akan disalurkan oleh perbankan. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD