Momentum meningkat menjelang akhir tahun. PDB riil tumbuh 4,9 persen pada kuartal keempat dibandingkan tahun sebelumnya, dipimpin oleh lonjakan aktivitas minyak sebesar 10,4 persen, sementara sektor non-minyak tumbuh 4,1 persen. Aktivitas pemerintah mengalami kontraksi 1,2 persen secara tahunan pada kuartal tersebut.
“Pendorong utama pertumbuhan PDB riil pada kuartal keempat tahun 2025 adalah aktivitas minyak, yang menyumbang 2,5 poin persentase, aktivitas non-minyak menyumbang 2,3 poin persentase, dan pajak bersih atas produk menyumbang 0,2 poin persentase, sementara aktivitas pemerintah memiliki kontribusi negatif sebesar 0,2 poin persentase,” kata lembaga itu. (Wahyu Dwi Anggoro)