sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonomi Arab Saudi Tumbuh 4,5 Persen pada 2025, Ditopang Sektor Non-Migas

Economics editor Wahyu Dwi Anggoro
02/02/2026 15:20 WIB
Produk domestik bruto (PDB) riil Arab Saudi tumbuh sebesar 4,5 persen secara tahunan pada 2025.
Ekonomi Arab Saudi Tumbuh 4,5 Persen pada 2025, Ditopang Sektor Non-Migas. (Foto: Inews Media Group)
Ekonomi Arab Saudi Tumbuh 4,5 Persen pada 2025, Ditopang Sektor Non-Migas. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Produk domestik bruto (PDB) riil Arab Saudi tumbuh sebesar 4,5 persen secara tahunan pada 2025, didorong oleh pertumbuhan yang kuat baik di sektor minyak maupun aktivitas non-energi.

Menurut perkiraan awal yang dirilis oleh Otoritas Statistik Umum Arab Saudi (GASTAT), aktivitas minyak di Kerajaan tersebut tumbuh sebesar 5,6 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara sektor non-minyak dan aktivitas pemerintah masing-masing meningkat sebesar 4,9 persen dan 0,9 persen selama periode yang sama.

Laporan terbaru ini sejalan dengan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), yang memperkirakan PDB Arab Saudi tumbuh sebesar 4 persen pada 2025 dan 2026.

Awal bulan ini, Bank Dunia memperkirakan PDB Arab Saudi tumbuh sebesar 4,3 persen pada 2026 dan 4,4 persen pada 2027.

“Pendorong utama pertumbuhan PDB riil pada 2025 adalah aktivitas non-minyak, yang menyumbang 2,7 poin persentase, sementara aktivitas minyak dengan 1,4 poin persentase, aktivitas pemerintah sebesar 0,1 poin persentase, dan pajak bersih atas produk sebesar 0,2 poin persentase, juga memberikan kontribusi positif,” kata GASTAT.

Momentum meningkat menjelang akhir tahun.  PDB riil tumbuh 4,9 persen pada kuartal keempat dibandingkan tahun sebelumnya, dipimpin oleh lonjakan aktivitas minyak sebesar 10,4 persen, sementara sektor non-minyak tumbuh 4,1 persen. Aktivitas pemerintah mengalami kontraksi 1,2 persen secara tahunan pada kuartal tersebut.

“Pendorong utama pertumbuhan PDB riil pada kuartal keempat tahun 2025 adalah aktivitas minyak, yang menyumbang 2,5 poin persentase, aktivitas non-minyak menyumbang 2,3 poin persentase, dan pajak bersih atas produk menyumbang 0,2 poin persentase, sementara aktivitas pemerintah memiliki kontribusi negatif sebesar 0,2 poin persentase,” kata lembaga itu. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement