AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Ekonomi Global Kian Membaik, RI Dorong Pemulihan Terkoordinasi dan Inklusif

ECONOMICS
Fahmi Abidin
Sabtu, 10 April 2021 20:13 WIB
Perekonomian global diperkirakan makin baik namun masih diikuti oleh kesenjangan yang tinggi antarnegara.
Ekonomi Global Kian Membaik, RI Dorong Pemulihan Terkoordinasi dan Inklusif. (Foto : MNC Media)

IDXChannel – Dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi International Monetary Fund dan World Bank (IMF-World Bank), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pentingnya upaya global yang terkoordinasi dengan baik untuk terus mendorong pemulihan ekonomi, serta mendorong inklusivitas dalam pengembangan ekonomi dan sektor keuangan yang berwawasan lingkungan.

Pertemuan tersebut didalamnya termasuk Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 yang diselenggarakan secara virtual pada 1-8 April 2021 dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.

Disebutkan bahwa perekonomian global diperkirakan makin baik namun masih diikuti oleh kesenjangan yang tinggi antarnegara. Keberlanjutan pemulihan ekonomi tidak hanya dilandasi pada keberhasilan dalam penanganan pandemi dan program vaksinasi, namun juga bergantung pada efektivitas respons kebijakan yang ditempuh.

Pemulihan ekonomi global menghadapi sejumlah faktor risiko, antara lain, peluang kembali merebaknya pandemi, pengetatan kondisi keuangan global, dampak ekonomi dari pandemi yang berlangsung lama, munculnya permasalahan sosial, meningkatnya bencana alam, serta risiko geopolitik.

Dalam menghadapi risiko tersebut, IMF menyarankan agar respons kebijakan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan ekonomi di masing-masing negara. Pada tahap keluar dari krisis (escaping the crisis), upaya perlu difokuskan pada pengeluaran di sektor kesehatan, dukungan fiskal yang sesuai target, kebijakan moneter akomodatif, dan memantau risiko terhadap stabilitas sektor keuangan.

Selanjutnya, pada tahap menjaga pemulihan (safeguarding the recovery), upaya perlu difokuskan pada peningkatan kapasitas produktif dan insentif untuk alokasi sumber daya yang efisien. Sementara itu, untuk jangka panjang upaya perlu difokuskan pada penguatan kerja sama internasional, reformasi kerangka kebijakan, serta penanganan perubahan iklim.

IMF memproyeksikan perekonomian global tumbuh sebesar 6,0% pada 2021, kemudian mengalami moderasi pertumbuhan ke 4,4% pada 2022. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kebijakan di beberapa negara maju dan berlangsungnya program vaksinasi di berbagai negara.

Melihat ke depan, IMF menyatakan bahwa perkembangan ekonomi akan banyak dipengaruhi oleh perkembangan pandemi, respons kebijakan yang diterapkan (policy actions), perkembangan sektor keuangan dan harga komoditas global, serta kapasitas ekonomi untuk melakukan penyesuaian terhadap berbagai tantangan di sektor kesehatan.

Dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20, secara umum negara G20 berkomitmen untuk mendukung pemulihan ekonomi global, mengatasi ketimpangan, meningkatkan ketahanan sistem keuangan serta mendorong pemulihan ekonomi yang berwawasan lingkungan.

Gubernur Bank Indonesia dalam hal ini mendukung upaya global untuk memperkuat resiliensi sektor keuangan dengan memperhatikan perbedaan karakteristik di setiap negara serta menyampaikan perlunya kehati-hatian dalam melakukan asesmen penarikan dukungan kebijakan untuk memitigasi risiko penarikan dukungan kebijakan yang terlalu cepat.

Sementara itu, di sela-sela Pertemuan Musim Semi tahun ini, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga menyampaikan visi singkat Bank Indonesia dalam mengatasi dampak dari pandemi melalui sinergi kebijakan dan koordinasi yang erat antara Bank Sentral, Pemerintah, dan otoritas terkait lainnya dalam rangka mendorong pemulihan dan menjaga stabilitas perekonomian. Uraian singkat tersebut dapat disimak melalui tautan Governor Quotes di situs Pertemuan Musim Semi IMF-World Bank. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD