AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Ekonomi Sumut Diprediksi Tumbuh Lebih Dari 2,5 Persen di 2021

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Rabu, 24 November 2021 15:05 WIB
Bank Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara akan tumbuh positif pada tahun 2021 ini.
Bank Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara akan tumbuh positif pada tahun 2021 ini. (Foto: MNC Media)
Bank Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara akan tumbuh positif pada tahun 2021 ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia yakin pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara akan tumbuh positif di kisaran 2,5% hingga 3,3% pada 2021.

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Soekowardojo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia Sumatera Utara yang digelar Rabu (24/11/2021). 

"Tahun ini, 2,5-3,4 persen. Tahun depan saya optimis pertumbuhan akan lebih terakselerasi lagi," kata Soeko. 

Akselerasi, kata Soeko, didukung oleh perbaikan permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi global yang menguat. Selain itu, optimisme pencapaian herd immunity pada Maret 2022 seiring akselerasi vaksinasi mendorong perbaikan ekonomi. 

"Dari sisi investasi swasta, pada tahun 2022 diperkirakan akan semakin terakselerasi seiring iklim investasi yang kondusif tercermin dari kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan tenaga kerja yang kompetitif. Hal ini didukung oleh upaya implementasi Peraturan Daerah turunan Undang-Undang Cipta Kerja," terang Soeko. 

Sementara dari sisi eksternal, perbaikan ekonomi global terutama negara mitra dagang akan mendorong permintaan komoditas ekspor. Utamanya kelapa sawit, karet, dan kopi di tengah harga komoditas yang diperkirakan masih tinggi. 

"Seiring dengan perbaikan di sisi permintaan, seluruh lapangan usaha utama diperkirakan mengalami akselerasi pada tahun 2022. Pelonggaran pembatasan kegiatan di setiap kabupaten/kota yang disertai terkendalinya kasus pandemi COVID-19 diprediksi mampu menghidupkan kembali kegiatan ekonomi di berbagai sektor," pungkasnya.  (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD