IDXChannel - Ekspor China tumbuh 14,1 persen year-on-year pada April 2026, jauh lebih kuat dari perkiraan.
Dilansir dari Bloomberg pada Senin (11/5/2026), booming kecerdasan buatan (AI) mengimbangi dampak perang di Timur Tengah.
Pertumbuhan ekspor China bulan lalu hampir dua kali lipat lebih tinggi dari proyeksi sejumlah analis, yang memprediksi kenaikan sebesar 8,4 persen.
Sementara itu, impor China meningkat 25,3 persen bulan lalu. Alhasil, negara tersebut mencatat surplus perdagangan sebesar USD84,82 miliar atau sekitar Rp1.470 triliun.
Data tersebut dirilis menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke China pekan ini. Dia dijadwalkan menemui pemimpin China Xi Jinping.
Ketidakseimbangan neraca perdagangan diperkirakan menjadi salah satu fokus utama selama pertemuan antara kedua pemimpin. Data menunjukkan bahwa defisit perdagangan barang AS dengan China makin melebar pada awal 2026.
Washington dan Beijing akan menggelar negosiasi dagang di Korea Selatan (Korsel) pada 12-13 Mei sebelum kunjungan Trump ke China. Tarif dan logam tanah jarang kemungkinan akan menjadi isu utama. (Wahyu Dwi Anggoro)