AALI
8225
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1295
ACES
1300
ACST
244
ACST-R
0
ADES
2820
ADHI
895
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
368
AGII
1305
AGRO
2290
AGRO-R
0
AGRS
244
AHAP
70
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3870
AKSI
424
ALDO
720
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.05
-0.47%
-2.15
IHSG
6060.76
-0.26%
-15.56
LQ45
851.73
-0.36%
-3.10
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29839.71
-2.17%
-660.34
NYSE
16168.17
-1.78%
-292.18
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,235
Emas
805,555 / gram

Ekspor Sawit Capai 2,63 Juta Ton di April 2021

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Senin, 14 Juni 2021 14:44 WIB
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor minyak sawit (CPO+PKO) bulan April 2021 sebesar 2,636 juta ton.
MNC Media

IDXChannel - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor minyak sawit (CPO+PKO) bulan April 2021 sebesar 2,636 juta ton, atau mengalami penurunan sekitar 595.000 ton (-18%) dari ekspor bulan Maret yang besarnya 3,23 juta ton. Penyebab turunnya ekspor adalah produksi minyak sawit (CPO+PKO) Indonesia bulan April hanya sebesar 4,097 juta ton, relatif tidak bertambah dari bulan Maret sebesar 4,02 juta ton.

Harga rata-rata minyak sawit pada bulan April 2021 adalah USD1.157 CIF Rotterdam yang lebih tinggi dari harga bulan Maret 2021. Harga yang tinggi ini didongkrak oleh harga minyak nabati di India yang sangat tinggi dimana di pelabuhan India mencapai USD1.230-1.240/ton untuk pengiriman Mei 2021 dan produksi sawit Malaysia yang masih terkendala karena kurangnya tenaga kerja.

"Namun, akibat dari turunnya volume ekspor yang cukup besar, nilai ekspor produk sawit Indonesia pada April 2021 hanya mencapai USD2,664 miliar atau sekitar USD480 juta lebih rendah dari nilai ekspor Maret," ujar Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono dalam keterangan tertulis, Senin (14/6/2021).

Sementara total konsumsi dalam negeri bulan April mencapai 1,59 juta ton, sama dengan bulan Maret sebesar 1,58 juta ton. Sedikit penurunan terjadi pada biodiesel, yaitu dari 615.000 ton menjadi 609.000 ton dan oleokimia, dari 168.000 ton menjadi 162.000 ton.

Berdasarkan data di atas, stok akhir minyak sawit Indonesia pada April turun sekitar 123.000 ton dari 3,26 juta ton menjadi 3,14 juta ton.

"Sesuai dengan siklus tanaman, biasanya pada bulan Mei sampai dengan November, produksi akan meningkat. Oleh sebab itu, produktivitas harus tetap dapat dijaga untuk memanfaatkan momentum produksi dan harga yang diperkirakan masih tinggi," jelas Mukti.

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD