Hanif menambahkan instrumen perdagangan luar negeri menjadi keniscayaan yang kerap tak terpisahkan dalam menyeimbangkan neraca pangan saat produksi domestik terganggu cuaca ekstrem. Tekanan curah hujan rendah dan ancaman kebakaran lahan yang terjadi saat ini menjadi momentum evaluasi penting dalam memperkuat daya tahan ekosistem pertanian jangka panjang.
"Bicara pangan kadang tidak lepas dari impor dan ekspor, sehingga ini menjadi kesempatan mengkalibrasi ketahanan bentang alam kita yang ternyata belum sepenuhnya tahan didera El Nino yang kuat. Kita tidak boleh menganggap bencana ini takdir, melainkan wajib membangun ketahanan lingkungan agar dunia usaha memiliki kepastian di tengah ancaman perubahan iklim," kata Hanif.
(NIA DEVIYANA)