sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

El Nino Tekan Produktivitas Pertanian, Pemerintah Kaji Opsi Impor Pangan

Economics editor Rohman Wibowo
03/09/2026 23:30 WIB
Langkah ini disiapkan untuk memastikan ketersediaan pasokan nasional tetap aman sekaligus membendung potensi lonjakan inflasi pangan.
El Nino Tekan Produktivitas Pertanian, Pemerintah Kaji Opsi Impor Pangan. Foto: iNews Media Group.
El Nino Tekan Produktivitas Pertanian, Pemerintah Kaji Opsi Impor Pangan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah tengah mengkaji secara mendalam peluang impor sejumlah komoditas pangan menyusul penurunan produktivitas sektor pertanian akibat fenomena El Nino yang melanda berbagai daerah di Tanah Air. Langkah ini disiapkan untuk memastikan ketersediaan pasokan nasional tetap aman sekaligus membendung potensi lonjakan inflasi pangan.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama kementerian dan lembaga terkait tengah memetakan wilayah sentra pertanian yang mengalami gangguan pasokan dan distribusi. Opsi kebijakan pemenuhan stok, termasuk pengadaan dari luar negeri, dimatangkan melalui forum Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan mempertimbangkan dampak riil di tingkat daerah.

"Potensi impor pangan ini sedang didalami dan kami tidak mendahului analisis tim Rakortas yang dipimpin Bapak Menko bersama seluruh kementerian terkait. Inflasi harus kita jaga dengan melihat detail spasial yang terganggu, karena sedikit banyak El Nino tentu memengaruhi produktivitas semua komoditas di Indonesia," ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol saat ditemui di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Sebagai respons cepat terhadap penurunan pasokan, pemerintah telah mengaktifkan satuan tugas khusus (task force) guna menghitung ulang ketahanan pangan nasional pada komoditas yang paling terdampak. Seluruh jajaran otoritas pangan dijadwalkan menggelar rapat koordinasi awal pekan depan guna merumuskan skema intervensi yang paling efektif.

"(Untuk komoditas pangan yang berpeluang diimpor) Semuanya sedang dicek dan diteliti. Kami mengaktivasi task force untuk merekalibrasi ketahanan pangan, dan hari Selasa kami rapat dengan semua kementerian atau lembaga untuk memetakan detail permasalahan lapangan sehingga langkah tercepat bisa dirumuskan," ujar Hanif.

Hanif menambahkan instrumen perdagangan luar negeri menjadi keniscayaan yang kerap tak terpisahkan dalam menyeimbangkan neraca pangan saat produksi domestik terganggu cuaca ekstrem. Tekanan curah hujan rendah dan ancaman kebakaran lahan yang terjadi saat ini menjadi momentum evaluasi penting dalam memperkuat daya tahan ekosistem pertanian jangka panjang.

"Bicara pangan kadang tidak lepas dari impor dan ekspor, sehingga ini menjadi kesempatan mengkalibrasi ketahanan bentang alam kita yang ternyata belum sepenuhnya tahan didera El Nino yang kuat. Kita tidak boleh menganggap bencana ini takdir, melainkan wajib membangun ketahanan lingkungan agar dunia usaha memiliki kepastian di tengah ancaman perubahan iklim," kata Hanif.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement