AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26548.61
0.44%
+117.06
NYSE
13580.39
-1.57%
-216.61
Kurs
0
0
Emas
0 / gram

Emiten Pertambangan Diprediksi Masih Cuan Meski Harga Batu Bara Merosot

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Minggu, 07 November 2021 15:26 WIB
Emiten pertambangan diproyeksikan masih mendulang cuan meski harga batu bara longsor pekan ini.
Emiten pertambangan diproyeksikan masih mendulang cuan meski harga batu bara longsor pekan ini. (Foto: MNC Media)
Emiten pertambangan diproyeksikan masih mendulang cuan meski harga batu bara longsor pekan ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Emiten pertambangan diproyeksikan masih mendulang cuan meski harga batu bara longsor pekan ini. Meski sempat turun dan masih untung, beberapa emiten ternyata terganggu oleh sejumlah regulasi pemerintah RI yang memberatkan para perusahaan tambang.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina mengatakan, kebutuhan batu bara masih akan tinggi diikuti dengan harga yang memuncak pada musim dingin yakni Januari mendatang.

"Kita lihat kenaikan saham-saham komoditas seperti CPO dan batu bara masih akan berlanjut tapi sudah terbatas," ujar Martha di Jakarta, Minggu (7/11/2021).

Terbatasnya kenaikan ini, lanjut Martha, karena sejumlah regulasi pemerintah yang ingin membatasi kenaikan harga batu bara dengan menetapkan harga jual tertinggi.

"Ancaman itu kebijakan pemerintah, baik dalam negeri maupun kebijakan pemerintah negara tujuan yang mencoba membatasi kenaikan harga komoditas," katanya.

Mengutip data tradingeconomics, harga batu bara GC Newcastle naik di atas USD 150 per metric ton setelah sempat alami aksi jual dari posisi tertinggi USD 269,5 pada 5 Oktober 2021. Harga batu bara naik ke posisi USD 155,40 pada Jumat (5/11/2021).

Berdasarkan data RTI, sejumlah saham emiten batu bara menguat signifikan di awal perdagangan November, antara lain PT Harum Energy Tbk (HRUM) sudah naik 166,78 persen sepanjang 2021, yang melonjak ke posisi Rp 7.950 per saham. Pada 2021, saham HRUM berada di level tertinggi Rp 9.575 dan terendah Rp 2.890 per saham. Total volume perdagangan 1.843.677.520 dengan nilai transaksi Rp 11,2 triliun. Total frekuensi perdagangan 836.21 kali.

Selanjutnya saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menguat 17,13 persen sepanjang 2021. Saham ADRO ditutup ke posisi Rp 1.675 per saham. Pada 2021, saham ADRO berada di level tertinggi Rp 1.980 dan terendah Rp 1.150 per saham. Total volume perdagangan 22.877.472.690. Nilai transaksi harian Rp 32,2 triliun. Total frekuensi perdagangan 2.570.202 kali.

Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melambung 61,73 persen sepanjang 2021 ke posisi Rp 22.400 per saham. Saham ITMG berada di level tertinggi Rp 27.750 dan terendah Rp 22.400 per saham. Total volume perdagangan 797.446.337. Nilai transaksi Rp 13,3 triliun dan total frekuensi perdagangan 844.214 kali.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik tipis 2,78 persen ke posisi Rp 74. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 156 dan terendah Rp 52 per saham. Total volume perdagangan 126.444.642.653. Nilai transaksi Rp 9,9 triliun. Total frekuensi perdagangan 1.504.079 kali.

Sedangkan saham PT Bukit Asam Tbk turun tipis 4,63 persen ke posisi Rp 2.680 per saham. Saham PTBA berada di level tertinggi Rp 3.100 dan terendah Rp 1.995 per saham. Total volume perdagangan 8.518.077.582. Nilai transaksi Rp 21,7 triliun. Total frekuensi perdagangan 1.824.959 kali. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD