AALI
12300
ABBA
183
ABDA
0
ABMM
3210
ACES
1005
ACST
164
ACST-R
0
ADES
4810
ADHI
680
ADMF
8150
ADMG
166
ADRO
3120
AGAR
350
AGII
1925
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
118
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
162
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1050
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
300
ALMI
274
ALTO
190
Market Watch
Last updated : 2022/05/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.22
-0.53%
-2.88
IHSG
6830.60
0.55%
+37.19
LQ45
1009.96
-0.59%
-6.04
HSI
20082.33
-2.72%
-561.95
N225
26349.61
-2.09%
-561.59
NYSE
15044.52
-3.2%
-497.38
Kurs
HKD/IDR 1,874
USD/IDR 14,725
Emas
858,911 / gram

ESDM: Ekspor Baru Bara Masih Dilarang!

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Kamis, 27 Januari 2022 16:04 WIB
Pemerintah mengumumkan telah membuka kembali ekspor batu bara sejak dua pekan lalu. Namun demikian, ternyata tidak semua keran dibuka.
ESDM: Ekspor Baru Bara Masih Dilarang! (Foto: MNC Media)
ESDM: Ekspor Baru Bara Masih Dilarang! (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah mengumumkan telah membuka kembali ekspor batu bara sejak dua pekan lalu. Namun demikian, ternyata tidak semua keran dibuka, hanya segelintir pengusaha saja yang bisa melaksanakan ekspor.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin menegaskan larangan ekspor batu bara masih berlaku hingga 31 Januari 2022. Izin ekspor yang diberikan merupakan diskresi kepada perusahaan batu bara yang sudah memiliki kontrak penjualan batu bara.

Kontrak tersebut hanya berlaku bila batu bara dimuat di atas kapal dan telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) 100%. Kemudian bagi perusahaan yang sudah membuat pernyataan meski belum memenuhi DMO tetapi akan mengikuti ketentuan denda dan sanksi yang berlaku.

"Keran ekspor masih kami tutup sesuai dengan surat edaran sampai 31 Januari 2022. Yang kami lakukan kemarin adalah memberikan diskresi," ujarnya dalam IDX Channel Special Dialogue, Kamis (27/1/2022).

Ridwan melanjutkan, saat ini pasokan batu bara sudah semakin membaik. Kepastian pasokan batu bara ini didapat setelah ada laporan dari PLN.

"Pada rapat kami dengan PLN terakhir hari Sabtu yang lalu menyatakan kondisi cukup aman sehingga pelan-pelan kita kendalikan agar masalah larangan ekspor ini bisa diselesaikan sesuai jadwal," ungkapnya.

Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Pandu Sjahrir mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan pemerintah terkait pelarangan ekspor batu bara. Larangan ini dilakukan untuk memenuhi kepentingan di dalam negeri.

"Batu bara ini dilihat dari dua sisi, yaitu pertahanan energi dan pendapatan negara dari royalti, pajak, tenaga kerja. Jadi keduanya perlu keseimbangan. Kami mendukung karena saya rasa pemerintah lebih tahu ke depannya yang mana yang lebih baik," ujarnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD