Senada dengan BP BUMN, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya pembenahan strategis pada titik-titik rawan, khususnya perlintasan sebidang.
AHY mendorong agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka guna merumuskan langkah pencegahan yang efektif. Selain penempatan petugas penjaga, pemerintah mulai mengkaji pembangunan infrastruktur permanen seperti flyover di lokasi yang padat lalu lintas.
“Kami mendorong (KNKT) agar proses investigasi dilakukan secara transparan, sehingga dapat diketahui secara jelas penyebab insiden serta langkah pencegahan ke depan,” kata AHY.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat segera mengembalikan kepercayaan publik terhadap keamanan transportasi massal sekaligus mewujudkan target nol kecelakaan (zero accident) dalam sistem perkeretaapian nasional.
(Dhera Arizona)