AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22124.19
-0.47%
-105.33
N225
26984.14
0.42%
+112.87
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Garap Proyek Senilai Rp25 Triliun di Sudan Selatan, WSKT Dibayar Pakai Minyak

ECONOMICS
Taufan Sukma/IDX Channel
Kamis, 26 Mei 2022 17:24 WIB
dalam perjanjian yang telah disepakati, WSKT setuju untuk tidak mendapatkan pembayaran uang tunai secara langsung dari pihak Pemerintah Sudan Selatan.
Garap Proyek Senilai Rp25 Triliun di Sudan Selatan, WSKT Dibayar Pakai Minyak (foto: MNC Media)
Garap Proyek Senilai Rp25 Triliun di Sudan Selatan, WSKT Dibayar Pakai Minyak (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Waskita Karya Tbk baru saja memastikan keberhasilannya mendapatkan proyek baru di luar negeri. Adalah Sudan Selatan, negara kecil yang baru saja merdeka pada tahun 2011 lalu, yang mempercayakan proyek pembangunan jalan raya sepanjang 1.000 kilometernya kepada emiten berkode saham WSKT tersebut.

Yang menarik, dalam perjanjian yang telah disepakati, WSKT setuju untuk tidak mendapatkan pembayaran uang tunai secara langsung dari pihak Pemerintah Sudan Selatan. Sebagai gantinya, Pemerintah Sudan Selatan akan melakukan penjualan minyak mentah ke PT Pertamina (Persero), yang kemudian uang hasil penjualan tersebut akan dibayarkan dari Pertamina ke Waskita Karya.

"Jadi mereka (Pemerintah Sudah Selatan) akan menjual minyak mentahnya ke Pertamina. Dari transaksi itu, Pertamina bayarnya bukan ke mereka, tapi ke kami. Jadi kami dapat uangnya dari Pertamina, setelah sebelumnya disimpan di escrow account dan lalu dibayarkan ke kami," ujar Direktur Operasi III WSKT, Gunadi, di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Skema pembayaran unik tersebut sengaja disepakati oleh kedua pihak untuk menyiasati kondisi Pemerintah Sudan Selatan yang membutuhkan infrastruktur jalan namun tidak memiliki dana cash untuk membiayai pembangunannya.

"Kenapa mereka tidak membayar langsung? Ya karena nggak punya duit. Mereka hanya punya minyak (mentah), jadi kita bantu (mencarikan skema pembayarannya)," tutur Gunadi.

Dalam waktu dekat, perwakilan dari Pemerintah Sudan Selatan disebut Gunadi bakal segera datang ke Indonesia untuk menjalani proses finalisasi proyek. Diharapkan, proyek strategis di negara termuda di dunia itu sudah akan mulai berjalan pada Juni 2022 mendatang. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD