AALI
9750
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1175
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
940
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3370
AKSI
785
ALDO
890
ALKA
254
ALMI
236
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.68
-0.2%
-0.95
IHSG
5970.24
-0.09%
-5.67
LQ45
888.95
-0.17%
-1.47
HSI
28637.46
0.77%
+219.46
N225
29331.37
1.8%
+518.74
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,315
Emas
824,769 / gram

Garis Pantai RI Terpanjang Kedua Dunia Tapi Impor Garam, Cek Faktanya

ECONOMICS
Taufik Fajar/Okezone
Minggu, 21 Maret 2021 09:30 WIB
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memutuskan untuk membuka keran impor garam sebanyak 3,07 juta ton garam.
Garis Pantai RI Terpanjang Kedua Dunia Tapi Impor Garam, Cek Faktanya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memutuskan untuk membuka keran impor garam sebanyak 3,07 juta ton garam. Kuota ini lebih tinggi dari impor garam pada 2020 yang sebanyak 2,9 juta ton.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, beralasan pembukaan keran impor ini dilakukan untuk kebutuhan industri. Sebab, kualitas garam di tanah air belum memenuhi standar yang diterapkan sejumlah pabrik.

Atas alasan itu, pemerintah kembali membuka impor garam setelah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Berikut polemik impor garam yang telah dirangkum oleh tim IDX Channel, Minggu (21/3/2021):

1. Indonesia Miliki Garis Pantai Terpanjang

Anggota Komisi IV DPR RI, Ema Umiyyatul Chusnah, mengatakan, impor garam yang kembali terjadi ini, merupakan bentuk nyata dari kegagalan pemerintah dalam meningkatkan potensi garam nasional.

"Indonesia yang memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km dan merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia rupanya tidak mampu dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan garam di dalam negeri dan memilih mengimpor garam ke negara-negara dengan garis pantai yang jauh lebih pendek dari negeri ini," ujar dia dalam keterangan tertulisnya.

2. Pemerintah Harus Tingkatkan Produksi Garam

Kemudian, kata dia, seharusnya, kementerian terkait seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bisa bekerja sama dengan kementerian lain seperti Kementerian BUMN memaksimalkan perusahaan plat merah di bidang pangan untuk meningkatkan produksi garam.

"Namun saat ini terkesan tidak ada kordinasi yang membuat potensi Indonesia untuk mencukupi kebutuhan garam sendiri tidak terlaksana. Tahun 2019 dan 2020 lalu pemerintah mengimpor 2,75 juta ton dan 2,92 juta ton garam. Dan jumlah ini nampaknya tidak akan jauh berbeda pada tahun ini," ungkap dia.

3. Impor Garam Sudah Diputuskan oleh Pemerintah

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan untuk masalah impor garam, telah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi beberapa waktu lalu.

"Impor garam sudah diputuskan melalui rapat Menko (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi)," kata Menteri Trenggono di Indramayu.

4. Impor Garam Masih Nunggu Data Kebutuhan di RI

Menurutnya saat ini masih menunggu data terkait kebutuhan garam di Indonesia, karena ketika sudah didapati kekurangannya, maka itu yang akan diimpor. Impor garam yang dilakukan juga sesuai neraca perdagangan, sehingga kebutuhan garam dalam negeri itu bisa terpenuhi.

"Nanti misalnya kekurangannya berapa, itu baru bisa diimpor, kita menunggu itu. Karena itu sudah masuk dalam Undang-Undang Cipta Kerja," ujarnya.

5. Kebutuhan Industri

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan keputusan pemerintah dalam membuka keran impor garam 3 juta ton pada tahun ini. Dia mengatakan garam yang diimpor akan dipakai untuk industri.

“Garam ini namanya sama rasanya juga sama tetapi kualitasnya berbeda . Jadi yang kita bicarakan adalah garam hasil impor untuk kebutuhan industri, di mana garam kita yang dikerjakan para petani garam belum bisa menyamai kualitas garam industri,” kata Lutfi dalam konferensi persnya secara virtual, Jumat (18/3/2021). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD