AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Genjot Kredit UMKM, Pemerintah Naikkan Plafon Tanpa Jaminan Jadi Rp100 Juta

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Senin, 05 April 2021 14:27 WIB
Menko bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Presiden Joko Widodo meminta agar porsi kredit UMKM ditingkatkan menjadi 30% pada tahun 2024.
Genjot Kredit UMKM, Pemerintah Naikkan Plafon Tanpa Jaminan Jadi Rp100 Juta. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar porsi kredit UMKM ditingkatkan menjadi 30% pada tahun 2024. Dia mengatakan untuk menggenjot porsi kredit ini, presiden meminta agar ada pelebaran plafon pinjaman pada kredit UMKM.

Salah satunya kredit yang diperlebar plafon pinjamannya adalah adalah pada kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan.

“Arahan bapak presiden terkait dengan KUR yang tanpa jaminan yang selama ini angkanya di bawah Rp50 juta, ini untuk ditingkatkan plafon menjadi Rp100 juta. Jadi sekali lagi bahwa yang tanpa jaminan dari Rp50 juta dinaikkan menjadi Rp100 juta,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Senin (5/4/2021).

Kemudian plafon lainnya yang diperlebar adalah untuk kredit bagi UMKM yang besarannya antara Rp500 juta sampai Rp10 miliar.

“KUR yang besarannya antara Rp500 juta sampai Rp10 miliar, ini arahan bapak presiden ditingkatkan dari Rp500 juta menjadi Rp20 miliar,” ujarnya.

“Nah ini perubahan-perubahan yang diharapkan untuk segera dapat dilaporkan kepada bapak presiden,” lanjutnya.  

Pada kesempatan tersebut Airlangga menyebutkan selama ini porsi kredit bagi UMKM ada di kisaran 20%. Menurutnya presiden ingin agar ada lompatan besar bagi UMKM.

“Selama ini pendanaan UMKM kita berada di level di 18 sampai 20% dari total kredit. Di mana bapak presiden meminta bahwa diberikan tantangan yang lebih besar agar ada peningkatan secara lompatan,” ungkapnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD