AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Harga Cabai Rawit dan Tiket Pesawat Dongkrak Inflasi Kota Malang Jadi 0,73 Persen

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Senin, 03 Januari 2022 18:08 WIB
Kenaikan harga cabai rawit dan tiket pesawat telah mendorong kenaikan tingkat inflasi di Kota Malang menjadi 0,73 persen.
Harga Cabai Rawit dan Tiket Pesawat Dongkrak Inflasi Kota Malang Jadi 0,73 Persen. (Foto: MNC Media)
Harga Cabai Rawit dan Tiket Pesawat Dongkrak Inflasi Kota Malang Jadi 0,73 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kenaikan harga cabai rawit dan tiket pesawat telah mendorong kenaikan tingkat inflasi di Kota Malang. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat tingkat inflasi telah mencapai 0,73 persen.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kota Malang Dwi Handayani Prasetyowati mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit sebesar 202,84 persen berdampak pada 0,23 persen inflasi yang terjadi di Kota Malang.

"Inflasi ini bisa jadi berbanding lurus dengan pemulihan ekonomi, maka permintaan akan barang meningkat. Namun, untuk cabai rawit ini memang (pasokannya) kurang dan permintaan meningkat," ucap Dwi, saat konferensi pers daring kepada media, pada Senin (3/1/2022) di Kota Malang.

Selain kenaikan harga cabai, kenaikan harga minyak goreng dan mie masih menjadi penyumbang inflasi di Kota Malang. Di komoditi minyak goreng misalnya, BPS mencatat 12,42 persen mengalami kenaikan, sebanyak 7,57 persen pada kenaikan mie. Sementara itu, inflasi juga disumbang oleh kenaikan tiket angkutan udara sebesar 9,27 persen saat libur akhir tahun.

Selain itu, lanjutnya, harga telur ayam ras juga naik 7,3 persen, cabai merah 30,66 persen, sabun detergen 2,06 persen dan daging ayam ras naik 1,36 persen. 

"Inflasi yang sebesar 0,73 persen tersebut, merupakan yang tertinggi sepanjang 2021 di Kota Malang selama 2021," katanya.

Sedangkan dikatakan Dwi, untuk komoditas yang sedikit menghambat inflasi Kota Malang diantaranya adalah buah mangga yang deflasi sebesar 33,1 persen, jeruk 6,87 persen, air kemasan 1,67 persen, popok bayi sekali pakai 1,32 persen, dan bawang merah 2,75 persen.

Menurutnya, jika dilihat dari kelompok pengeluaran, pada Desember 2021 kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi tertinggi mencapai 1,85 persen.

Kemudian, diikuti oleh penyedia makanan dan minuman sebesar 1,23 persen, kelompok transportasi 1,07 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,31 persen.

Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki juga tercatat naik 0,12 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,12 persen, kesehatan 0,03 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya juga naik 0,03 persen.

"Sementara untuk kelompok pendidikan tetap, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,01 persen," katanya.

Inflasi tahun kalender Kota Malang tercatat sebesar 1,75 persen. Sementara untuk inflasi year onYear (YoY) juga tercatat sebesar 1,75 persen. Secara YoY, inflasi Kota Malang tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1,42 persen.

Pada Desember 2021, seluruh wilayah di Jawa Timur tercatat mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 1,17 persen dan terendah di Surabaya sebesar 0,65 persen. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD