AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
725
ACST
193
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
805
ADMF
8150
ADMG
177
ADRO
3240
AGAR
308
AGII
2230
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1150
AKSI
274
ALDO
750
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.06
0.84%
+4.57
IHSG
7174.80
0.58%
+41.35
LQ45
1024.73
0.82%
+8.37
HSI
19722.54
-1%
-199.91
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Cimahi Stop Produksi

ECONOMICS
Adi Haryanto
Kamis, 27 Mei 2021 19:35 WIB
Para perajin tempe di Kota Cimahi menghentikan produksi secara massal selama tiga hari.
Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Cimahi Stop Produksi (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Cimahi Stop Produksi (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Para perajin tempe di Kota Cimahi menghentikan produksi secara massal selama tiga hari. Hal itu sebagai bentuk protes adanya lonjakan harga kedelai di pasaran sebagai bahan baku utama pembuatan tempe. 

Berdasarkan informasi yang mereka dapat, para perajin tempe dan tahu yang menggunakan kedelai impor sebagai bahan baku produksi bakal melakukan aksi mogok massal dari Jumat hingga Minggu (28-30/5/2021).

"Memang harga kedelai sudah tidak wajar, dan itu terjadi sejak beberapa bulan terakhir," kata salah seorang perajin tempe di Cimahi, Kusnanto kepada wartawan, Kamis (27/5/2021).

Dia menceritakan, saat ini harga jual kedelai impor mencapai Rp11.000/kg. Padahal biasanya harga kedelai berkisar Rp7.000/kg. Kondisi itu bahkan lebih mahal jika dibandingkan pada saat bulan puasa yang hanya sebesar Rp10.000/kg. 

Akibat melambungnya harga kedelai impor itu dia dan pengrajin tempe lainnya terpaksa menyiasati kerugian dengan mengurangi takaran dari biasanya 250 gr untuk ukuran terkecil menjadi hanya 200 gr.

"Paling takaran dikurangi sedikit walau ukurannya juga pasti berkurang. Tapi itu pilihan terbaik agar tetap produksi dan harga ke masyarakat tidak naik," tuturnya. 

Jika menghitung kerugian, dirinya mengaku bisa mengalami kerugian hingga jutaan rupiah selama tidak produksi akibat mogok produksi massal beberapa hari ke depan. Apalagi untuk penjualan di Sabtu dan Minggu, karena di hari Jumat masih bisa menjual hasil produksi hari Kamis. 

Di sentra pembuatan tempe yang dikelolanya total ada sebanyak lima orang perajin. Setiap perajin rata-rata membutuhkan sebanyak 75 kg kedelai untuk diolah menjadi tempe. "Kalau semua dihitung, dari seluruh perajin di sini bisa 4-5 kuintal/hari. Penjualannya bukan hanya Cimahi tapi juga Bandung," pungkasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD