“Jadi, kita patut bersyukur kebijakan Bapak Presiden yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi,” ujarnya.
Meski harga logistik dari sisi BBM subsidi terkendali, tantangan baru muncul dari sisi biaya pengemasan. Konflik di wilayah Selat Hormuz telah memicu distorsi pasokan dan kenaikan harga bahan baku plastik di dalam negeri.
Hal tersebut berdampak langsung pada pelaku usaha pangan yang sangat bergantung pada kemasan karung, seperti sektor beras dan gula.
Lebih lanjut, kata Ketut, Bapanas telah menerima keluhan dari para pelaku usaha terkait adanya kebutuhan penyesuaian harga akibat membengkaknya biaya produksi plastik.
“Teman-teman pelaku usaha menyampaikan, beras naik Rp350 per kilogram. Kalau gula sekitar Rp150 per kilogram. Artinya cukup berdampak, dan ini yang harus kita jaga benar-benar untuk ke depannya,” kata Ketut.