AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Harganya Naik 20 Persen per tahun, Permintaan Tanah Kavling di Bandung Tetap Tinggi

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Selasa, 18 Januari 2022 10:57 WIB
Permintaan tanah kavling di beberapa wilayah di Indonesia seperti Bandung tercatat terus meningkat.
Permintaan tanah kavling di beberapa wilayah di Indonesia seperti Bandung tercatat terus meningkat.  (Foto: MNC Media)
Permintaan tanah kavling di beberapa wilayah di Indonesia seperti Bandung tercatat terus meningkat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Permintaan tanah kavling di beberapa wilayah di Indonesia seperti Bandung tercatat terus meningkat. Peningkatan ini karena harga tanah yang terus naik dengan harga yang cukup fantastis. 

Karena diketahui, tanah merupakan instrumen investasi yang terbilang tahan banting menghadapi kondisi sulit dan krisis. Hal ini dibuktikan oleh harga tanah yang terus meningkat setiap tahunnya meski mengalami badai pandemi sejak akhir 2019. 

Data Lamudi.co.id sebagai penyedia laman properti menyebut, terdapat peningkatan angka sebesar 31,41% di kuartal IV 2021 jika dibandingkan kuartal III di tahun yang sama. Peningkatan pencarian permintaan lahan siap bangun sebesar 31,41% ini salah satu indikasi kuatnya investasi tanah diterjang berbagai krisis termasuk pandemi. 


Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman menyebutkan, pencarian lahan siap bangun di kota-kota besar di Indonesia terus meningkat dan diprediksi akan terus menguat di tahun ini. 

“Salah satu peningkatan permintaan penjualan lahan siap bangun berada di kota-kota besar seperti Bogor, Bandung, Medan, Bali dan Jogja. Kota-kota ini dianggap punya instrumen investasi yang kuat jangka panjang, makannya banyak pembeli lahan siap bangun mengincar kota ini” jelas Mart. 

Selain itu, menurut Mart Kenaikan harga tanah bisa mencapai 10-20% per tahun tergantung dari daya tarik lokasi tersebut. Untuk itu banyak developer yang terus berupaya membangun kawasannya agar memiliki daya saing dan menjadi target investasi calon konsumen. 

Sementara itu, Marketing GM Podomoro Park Tedi Guswana menyatakan pihaknya sudah memprediksi dari tahun 2021, bahkan permintaan mengenai lahan siap bangun di kawasan Podomoro Park sudah ramai di tanyakan konsumen sejak tahun 2021. 

“Kita sudah prediksi dari tahun 2021, kecenderungan permintaan lahan siap bangun terus meningkat selain ya untuk investasi tapi juga kebutuhan pembangunan yang berbeda, jadi untuk mengakomodir itu kita siapkan Land Bank type Ananta” Jelas Tedi. 

Selain itu, berdasarkan data kelompok umur pencari lahan siap bangun berada di rentang 25-34 dan 18-24. Menurut Tedi, berdasarkan kelompok umur tersebut terdapat arti yang bisa diintrepretasikan datanya oleh developer. 

“Dari data yang ditampilkan oleh Lamudi kita lihat kelompok usia millennials memilih lahan siap bangun karena keinginan desain yang disesuaikan bisa untuk usaha, kantor, studio ya intinya yang punya fleksibilitas tinggi,” ungkap Tedi. 

Selanjutnya, salah satu faktor tingginya permintaan lahan siap bangun di Podomoro Park adalah kawasannya yang istimewa. Mengusung konsep resort, penghuni akan merasa tinggal di kawasan yang sejuk dan asri karena pengalokasian 50% lahan untuk kawasan terbuka hijau menjadi kekuatan dan daya tarik Podomoro Park. 

“Kawasan itu ya faktor yang paling diincar, kita punya danau, fasilitas olahraga lengkap, belum lagi konsep one stop living di kawasan seluas 130 hektar” pungkasnya. (TIA)


Meski banyak konsumen yang memilih lahan siap bangun karena perawatannya yang mudah, murah dan punya nilai capital gain tinggi, tak sedikit orang yang memperhitungkan pembelian tanah kaveling melalui cara bayarnya. 


Salah satu konsumen pembelian lahan siap bangun tipe Ananta di Podomoro Park Irwan (37) mengungkap kebahagiaannya setelah memiliki lahan siap bangun di kawasan terpadu Podomoro Park 


“Tahun 2021 akhir saya investasi lahan di type Ananta, capital gain lebih dari 12 persen pertahun ya jadi pertimbangan besar” jelas Irwan. 


Kendati bukan asli Bandung, dirinya memilih investasi di kawasan Bandung Selatan karena Podomoro Park punya instrument investasi yang diperkirakan akan terus meningkat seperti kawasan hijau, danau, fasilitas, dan potensi Kabupaten Bandung dibidang ekonomi dan pariwisata. Untuk itu diirinya tidak mau berlama-lama menunggu harga lahan siap bangun menjadi lebih mahal. 


“Saya mungkin termasuk konsumen awal di tipe Ananta ya. Kemudahan cara bayar melalui cash bertahap dan potongan untuk harga awal jadi keputusan tepat saya di tahun 2021 untuk investasi”. Pungkas Irwan saat diwawancara melalui sambungan telepon. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD