AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Hormati Gugatan Pengusaha Soal UMP, Wagub DKI: Semua Harus Patuh dan Taat

ECONOMICS
Indra Purnomo
Senin, 17 Januari 2022 14:36 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku menghormati gugatan yang dilakukan beberapa pengusaha terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2022.
Hormati Gugatan Pengusaha Soal UMP, Wagub DKI: Semua Harus Patuh dan Taat. (Foto: MNC Media)
Hormati Gugatan Pengusaha Soal UMP, Wagub DKI: Semua Harus Patuh dan Taat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku menghormati gugatan yang dilakukan beberapa pengusaha terkait Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Nomor 1517 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2022. Namun demikian, dia menegaskan semua pihak harus patuh dan taat terhadap putusan pemerintah.

"Kami menghormati kalau ada beberapa pengusaha yang melakukan gugatan terkait UMP yang sudah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta," ujar pria yang biasa disapa Ariza ini di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

Politikus Partai Gerindra ini pun menjelaskan, bahwa Kepgub terkait dengan UMP 2022 tersebut sudah dipertimbangkan serta melalui proses panjang. Dia berujar Kepgub ini untuk kepentingan bukan saja untuk buruh melainkan untuk kepentingan pengusaha dan masyarakat.

"Sekali lagi, Pak Gubernur, Pemprov DKI Jakarta mengambil keputusan melalui proses panjang dengan berbagai pertimbangan evaluasi dan semuanya untuk kepentingan, tidak hanya kepentingan buruh, tapi juga kepentingan pengusaha, kepentingan masyarakat banyak dan khususnya bagi seluruh warga Jakarta," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Ariza memohon semua pihak, termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar mematuhi aturan tentang kenaikan UMP Jakarta 2022 yang telah diputuskan sebelumnya.

"Jadi saya kita semua harus patuh dan taat pada semua ketentuan ya. Saya mohon semuanya bisa memahami dan mengerti kebijakan apa yang diambil pemerintah DKI Jakarta dan pusat," ucap Ariza di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (7/1/2022) malam. 

Ariza mengatakan, proses yang dilalui untuk memutuskan kenaikan UMP DKI sudah sesuai dengan aturan yang ada. Dia berujar, Pemprov DKI sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dengan revisi kenaikan UMP menjadi 5,1%. "Pak Gubernur sudah melalui proses (yang sesuai) dan juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) resmi menggugat Keputusan Gubernur Anies Baswedan No 1517 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

"Iya betul (sudah melayangkan gugatan ke PTUN)," ujar Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani saat dikonfirmasi MNC Portal, Minggu (16/1/2022).

Gugatan tersebut dilayangkan sebab Apindo menilai Keputusan Gubernur Anies Baswedan bertentangan dengan Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 yang sebelumnya sudah disepakati seluruh daerah dan pengusaha menaikan UMP rata-rata 1%. 

Namun Gubernur Anies mengeluarkan Kepgub No. 1517 yang merevisi kenaikan upah tersebut menjadi 5,1% atau sekitar Rp200 ribu menjadi Rp4.641.854, pengusaha menilai hal tersebut tidak sejalan dengan misi pemulihan ekonomi, sebab saat ini dari sisi pengusaha sendiri juga belum pulih. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD