Pemerintah, melalui salah satu SWF, disebut Rizki juga telah menerbitkan instrumen yang berfungsi sebagai mekanisme blended finance, sehingga diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak inovasi dalam pembiayaan infrastruktur. Terakhir, Rizki menekankan dua faktor sukses yang tidak bisa ditawar dalam upaya pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Dua faktor itu yaitu harga yang kompetitif dan disiplin ESG. Di IIF, kami telah menghabiskan lima tahun terakhir untuk secara sistematis menurunkan cost of funds dan menegakkan standar lingkungan dan sosial yang ketat di setiap proyek yang kami biayai," ujar Rizki.
Pada minggu yang sama, IIF menandatangani perjanjian pinjaman dengan sebuah perusahaan swasta untuk proyeknya di sektor kesehatan, yang oleh Rizki dinilai sebagai cerminan dari upaya dan komitmen IIF dalam memperkuat ketahanan kesehatan melalui pembangunan infrastruktur sosial, salah satu program prioritas nasional.
(taufan sukma)