“Kami memantau dengan cermat perkembangan di Timur Tengah. Sejauh ini, kami telah mengamati gangguan terhadap perdagangan dan aktivitas ekonomi, lonjakan harga energi, dan volatilitas di pasar keuangan,” kata IMF.
Lembaga tersebut mencatat bahwa situasi yang berkembang dapat memperburuk prospek ekonomi global yang sudah rapuh, yang tengah bergulat dengan tekanan inflasi yang terus-menerus, perlambatan pertumbuhan di negarabutama, dan ketegangan geopolitik di beberapa wilayah.
“Situasinya tetap sangat dinamis dan menambah ketidakpastian lingkungan ekonomi global,” kata IMF, menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan konsekuensi ekonomi dari konflik tersebut.
Menurut IMF, skala dampak ekonomi sebagian besar akan bergantung pada berapa lama konflik berlangsung dan sejauh mana konflik tersebut mengganggu jalur perdagangan penting dan rantai pasokan energi global.
IMF menyatakan bahwa penilaian yang lebih komprehensif mengenai potensi implikasi ekonomi dari konflik tersebut akan disajikan dalam edisi mendatang dari Laporan Prospek Ekonomi Dunia yang dijadwalkan akan dirilis pada April. (Wahyu Dwi Anggoro)