Kondisi pelemahan rupiah ini menurutnya tidak bertahan sementara, mengingat kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat mengetatkan suku bunga pada tahun ini.
Hal tersebut menurut Ibrahim karena tingkat pengangguran di Amerika mengalami pelemahan, sehingga kebijakan suku bunga diarahkan bukan untuk mode ekspansi dan mengendalikan inflasi.
"Sehingga Bank Sentral Amerika kemungkinan besar ini akan mempertahankan suku bunga dan bisa menaikkan suku bunga dalam tahun ini satu kali," katanya.
Sekadar informasi, rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (3/5/2026) tembus Rp17.930 per dollar hingga pukul 11.00 WIB. Level ini melemah 0,51 persen secara harian, atau 9,9 persen secara tahunan.
(Nur Ichsan Yuniarto)