sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia-Jepang Sepakati 10 MoU Senilai Rp392,7 Triliun, Dorong Energi Hijau dan Industri

Economics editor Shifa Nurhaliza Putri
31/03/2026 13:20 WIB
Indonesia dan Jepang menandatangani 10 Nota Kesepahaman (MoU) senilai total sekitar USD 23,1 miliar atau Rp392,7 triliun.
Indonesia-Jepang Sepakati 10 MoU Senilai Rp392,7 Triliun, Dorong Energi Hijau dan Industri. (Foto: Doc Kementerian Perekonomian RI)
Indonesia-Jepang Sepakati 10 MoU Senilai Rp392,7 Triliun, Dorong Energi Hijau dan Industri. (Foto: Doc Kementerian Perekonomian RI)

IDXChannel – Indonesia dan Jepang menandatangani 10 Nota Kesepahaman (MoU) senilai total sekitar USD 23,1 miliar atau Rp392,7 triliun, sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis kedua negara. Penandatanganan dilakukan dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Imperial Hotel Tokyo, Senin (30/3/2026), yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, serta sejumlah pejabat dan pelaku usaha kedua negara.

MoU ini menandai babak baru kerja sama yang lebih modern, tangguh, dan berorientasi masa depan. Fokus utama kerja sama mencakup tiga area strategis:

1. Transisi Energi dan Pertumbuhan Hijau – Mendorong proyek energi bersih, efisiensi energi, dan inovasi hijau untuk mendukung target net zero emission.
2. Transformasi Industri dan Hilirisasi – Memperkuat industri manufaktur dan meningkatkan nilai tambah produk Indonesia melalui transfer teknologi dan pengembangan rantai pasok lokal.
3. Penguatan Rantai Pasok Global – Memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok regional dan global, khususnya sektor otomotif, transportasi, kimia, dan farmasi.

“Penandatanganan MoU ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah konkret untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan inovasi bersama. Dengan komitmen jangka panjang dari investor Jepang, kita dapat memperkuat fondasi kemakmuran kedua negara," ungkap Presiden Prabowo Subianto yang dikutip dari laman resmi Kementerian Perekonomian RI, Selasa (31/3/2026).

Sementara itu, Menko Airlangga menambahkan bahwa pertemuan business-to-business dan pertukaran MoU ini menjadi sarana strategis untuk menciptakan solusi masa depan yang berkelanjutan. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement