Ia menambahkan, kondisi ini sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk di tingkat regional.
“Ini membuktikan resiliensi Indonesia di tengah gejolak global. Di sektor industri pupuk, kita tidak rentan, justru bisa mengambil peran membantu negara-negara yang membutuhkan pupuk,” tambahnya.
Saat ini, stok pupuk nasional tercatat sekitar 1,2 juta ton, dengan tambahan produksi harian mencapai 25.000 ton urea dan 15.000 ton NPK. Pemerintah memastikan ketersediaan tersebut sangat mencukupi untuk mendukung sektor pertanian nasional sekaligus membuka peluang ekspor.
“Saat ini (stok pupuk) 1,2 juta ton, ditambah produksi harian sekitar 25.000 ton urea dan 15.000 ton NPK. Jadi sangat cukup,” ujar Rahmad.
(Febrina Ratna Iskana)