AALI
8350
ABBA
218
ABDA
6050
ABMM
4310
ACES
610
ACST
183
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
735
ADMF
8275
ADMG
168
ADRO
4120
AGAR
292
AGII
2220
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
105
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
195
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1375
AKSI
312
ALDO
665
ALKA
294
ALMI
388
ALTO
162
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.05
-0.6%
-3.22
IHSG
7049.61
-0.38%
-27.02
LQ45
1004.74
-0.59%
-5.94
HSI
17849.79
-0.9%
-162.36
N225
27149.76
-0.59%
-161.54
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,452 / gram

Industri Keuangan Non-Bank Tumbuh, OJK: Pertumbuhan P2P Lending Melesat 697 Persen 

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Senin, 11 Juli 2022 22:12 WIB
OJK sebut pertumbuhan P2P lending sangat pesat sejak 2018.
Industri Keuangan Non-Bank Tumbuh, OJK: Pertumbuhan P2P Lending Melesat 697 Persen  (Dok.MNC)
Industri Keuangan Non-Bank Tumbuh, OJK: Pertumbuhan P2P Lending Melesat 697 Persen  (Dok.MNC)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kinerja sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dalam lima tahun terakhir terpantau baik. 

Meskipun pandemi Covid-19 mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global termasuk di Indonesia, aset IKNB tumbuh positif khususnya pembiayaan pada Fintech Peer-to-Peer Lending.

Menurut laporan OJK, Senin (11/7/2022), hingga Mei 2022, fintech Peer-to-Peer Lending semakin diminati sebagai sumber memperoleh pendanaan. 

"Sejak 2018, total pertumbuhan mencapai 697%. Pada Mei 2022, pembiayaan melalui fintech lending mencapai Rp40 triliun," tulis OJK.

Adapun piutang pembiayaan menunjukkan tren pemulihan pasca pandemi. Pada Mei 2022, piutang pembiayaan tercatat tumbuh 4,5% yoy mencapai Rp379 triliun.

Walau mengalami kontraksi, piutang pembiayaan menunjukkan tren pemulihan pasca pandemi. Sementara penghimpunan premi asuransi jiwa serta premi asuransi umum dan reasuransi masih stabil.

Jumlah penghimpunan premi asuransi jiwa, umum dan reasuransi selama periode 2017 - Mei 2022 stabil, meski sempat terkontraksi di masa pandemi.

Pada periode Mei 2022, total perhimpunan premi asuransi mencapai Rp126,74 triliun dengan rincian masing-masing asuransi jiwa Rp78,23 triliun serta asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp48,51 triliun.

Profil risiko IKNB pada Mei 2022 tetap terjaga dengan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan tercatat 2,8%. Sementara itu, industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan RBC yang terjaga 489,15% dan 322,36%, jauh di atas threshold 120%.

Begitu pula pada gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat 1,97 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD