“Percepatan elektrifikasi, integrasi mendalam kecerdasan buatan di berbagai sektor, dan meningkatnya permintaan akan daya komputasi telah mendorong kenaikan harga di industri seperti logam nonferrous, mesin listrik, dan komputer,” kata Ahli Statistik Biro Statistik Nasional Dong Lijuan dalam pernyataannya.
Krisis energi global yang dipicu oleh perang di Iran telah menghidupkan kembali tekanan inflasi di China. Negeri Tirai Bambh tersebut selama bertahun-tahun menghadapi tekanan deflasi karena permintaan yang lemah dan pasokan yang berlebihan. (Wahyu Dwi Anggoro)