AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Inflasi Mulai Tinggi, Malaysia Siapkan Subsidi hingga USD17,6 Miliar

ECONOMICS
Heri Purnomo
Minggu, 26 Juni 2022 12:37 WIB
Dari data statistik yang dikeluarkan negeri itu, inflasi di sana tercatat mencapai 5,2 persen per Mei 2022 lalu.
Inflasi Mulai Tinggi, Malaysia Siapkan Subsidi hingga USD17,6 Miliar. (Foto: MNC Media)
Inflasi Mulai Tinggi, Malaysia Siapkan Subsidi hingga USD17,6 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Seperti halnya negara-negara di dunia, Malaysia juga terkena dampak inflasi yang cukup tinggi. Dari data statistik yang dikeluarkan negeri itu, inflasi di sana tercatat mencapai 5,2 persen per Mei 2022 lalu.

Guna mengatasi hal tersebut, dilaporkan akan menggelontorkan anggaran sebesar 77,3 miliar ringgit atau setara USD17,6 miliar (setara Rp264 triliun) untuk belanja subsidi dan bantuan tunai tahun ini.

Dikutip dari Reuters, subsidi tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah untuk meredam inflasi yang terjadi di Negeri Jiran itu. Inflasi yang banyak disumbang sektor makanan ini tertinggi sejak 2011.

Seperti diketahui, harga barang telah melonjak di Malaysia dalam beberapa bulan terakhir karena gangguan pasokan, kekurangan tenaga kerja serta dampak perang di Ukraina yang disebabkan oleh agresi militer Rusia.

Menteri keuangan Malaysia, Tengku Zafrul Aziz mengatakan, pemerintah akan mengucurkan 51 miliar ringgit untuk subsidi bahan bakar, listrik dan makanan untuk menjaga pasar komoditas tetap berada pada level yang stabil.

“Termasuk menyalurkan bantuan tunai sebesar 11,7 miliar ringgit dan subsidi lain sebesar 14,6 miliar ringgit,” ucapnya, seperti dikuti Reuters, Sabtu (26/6/2022). 

Per Juni 2022 Malaysia mengucurkan anggaran hingga USD400 juta dalam membantu penduduk rumah tangga di Malaysia mengatasi harga-harga kenaikan makanan dan biaya hidup lainnya. 

Sementara itu Indeks Harga Konsumen (IHK) di Malaysia naik 2,8 persen dibanding tahun lalu pada periode Mei 2022. Melonjaknya IHK di Malaysia, jaud di atas perkiraan para ekonom, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Reuters. 

Kepala statistik Mohd Uzir Mahidin mengatakan inflasi makanan terus meningkat, mencapai 5,2 persen  atau tertinggi sejak November 2011.

Penyumbang inflasi berasal dari sektor transportasi (3,9 persen), restoran dan hotel (3,7 persen), perabot, peralatan rumah tangga dan pemeliharaan rutin rumah tangga (2,9 persen), aneka barang dan jasa (1,9 persen), serta jasa rekreasi dan budaya (1,8 persen).

Kemudian sektor perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya mencatat kenaikan sebesar 1,2 persen, sedangkan pendidikan naik tipis 1 persen. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD