Memasuki awal 2026, inflasi tahunan Januari melonjak ke titik tertinggi dalam 37 bulan terakhir dan berada sedikit di atas batas atas target Bank Indonesia (BI) 2,5±1 persen.
Angka inflasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen (YoY), jauh lebih tinggi dibandingkan 0,76 persen (YoY) pada Januari 2025. Kenaikan ini disebabkan low base effect dari penerapan diskon tarif
listrik pada Januari hingga Februari tahun lalu.
Oleh sebab itu, lonjakan hanya dirasakan secara tahunan, sementara basis bulanan mencatat deflasi 0,15 persen (mtm).
Tren deflasi bulanan pada awal tahun ini berlanjut dari tahun lalu yang mencapai 0,76 persen (mtm) seiring dengan siklus normalisasi sebagian harga pangan dan biaya transportasi.
(NIA DEVIYANA)