AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Ini 7 Vaksin yang Kantongi Izin EUL WHO

ECONOMICS
Leonardus/Okezone
Jum'at, 04 Juni 2021 16:14 WIB
Berikut list 7 vaksin yang sudah mengantongi izin EUL WHO.
MNC Media

IDXChannel - Merangkum dari laman Instagram resmi Bidang Koordinasi Relawan @satgas.relawan, Jumat (4/6/2021), selain vaksin Sinovac-CoronaVac, ada sejumlah vaksin lainnya yang sudah mendapatkan persetujuan Emergency Use Listing (EUL) dari WHO. Berikut list lengkapnya.  

1.Pfizer/BioNTech (31 Desember 2020) 

2.Astrazeneca-SKBio (15 Februari 2021)

3.AstraZeneca-Serum Institute of India (15 Februari 2021)

4.Janssen/Johnson & Johnson (12 Maret 2021)

5.AstraZeneca EU (15 April 2021)

6.Sinopharm (7 Mei 2021)

7.Sinovac-CoronaVac (1 Juni 2021)

Diberitakan sebelumya, WHO resmi memberikan izin penggunaan darurat terhadap vaksin Sinovac-CoronaVac pada Selasa 1 Juni 2021. WHO memberikan jaminan kepada negara, penyandang dana, lembaga pengadaan serta kepada masyarakat bahwa vaksin produksi China tersebut telah memenuhi standar internasional.

WHO menjamin keamanan, kemanjuran dan pembuatan vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Sinovac yang berbasis di Beijing. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Akses ke Produk Kesehatan, dr. Mariangela Simao.

Sebagai informasi, daftar Penggunaan Darurat/Emergency Use Listing (EUL) dari WHO adalah prasyarat untuk pasokan vaksin Covax Facility dan pengadaan internasional. EUL ini juga memungkinkan negara untuk mempercepat persetujuan peraturan mereka sendiri untuk mengimpor dan mengelola vaksin Covid-19.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD