"Nantinya dengan memanfaatkan menggunakan data seluler yang dideteksi oleh Base Transceiver Station (BTS) pergerakan pengguna dari satu zona ke zona lain dapat ditentukan secara real time dengan menggunakan metode Map-Reduce dan hasilnya diperoleh matriks asal-tujuan dengan tingkat akurasi yang tinggi," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/10/2023) .
Dengan demikian, kata Agung, Satu Matrix akan mampu menampilkan berbagai data seperti total jumlah pergerakan, rata-rata pergerakan per hari, rata-rata pergerakan terbanyak, rata-rata hari terpadat, hingga rata-rata jam terpadat.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N. Milatia Moemin mengatakan basis data akan menjadi elemen penting untuk bisa membuat perencanaan transportasi yang baik.
Dia mengatakan pertukaran Data dan Informasi Perjalanan Penumpang Angkutan Massal ini merupakan elemen penting untuk mewujudkan data informasi pergerakan yang terintegrasi.
"Harapannya, program ataupun kebijakan yang dibuat dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat dan pada akhirnya akan semakin banyak masyarakat yang beralih (shifting) kepada transportasi umum massal perkotaan dan meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi untuk mobilitas keseharian,” ujarnya.