AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Jelang PPKM Level 3 Saat Nataru, Asita Sebut Tak Jadi Masalah

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Senin, 29 November 2021 10:52 WIB
Asita mengaku tak mempersoalkan jika ada penerapan PPKM level 3 pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) asal ada bantuan dari pemerintah.
Jelang PPKM Level 3 Saat Nataru, Asita Sebut Tak Jadi Masalah (FOTO:MNC Media)
Jelang PPKM Level 3 Saat Nataru, Asita Sebut Tak Jadi Masalah (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mengaku tak mempersoalkan jika ada penerapan PPKM level 3 pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) asal ada bantuan dari pemerintah. 

Wakil Ketua DPP Asita Budijanto Ardiansjah mengatakan penerapan PPKM level 3 bukanlah menutup total perjalanan dan destinasi Wisata yang ada di daerah-daerah, hanya dilakukan pembatasan. 

"Kami melihatnya, karena pemerintah masih menerapkan level 3 PPKM jadi sebenarnya tidak terlalu bermasalah, beda kalau pemerintah menerapkan level 4, karena level 3 itu masih memungkinkan perjalanan wisata hanya saja dengan pembatasan," ujar Budijanto kepada MNC Portal, Minggu (28/11/2021). 

Budijanto menilai kebijakan yang diambil oleh pemerintah sangat tepat untuk mengontrol masyarakat dalam euforia pada pelaksanaan libur Nataru. Sehingga kasus covid yang sudah landai saat ini bisa terjaga di tahun depan. 

"Kalau bisa kita tahan, pasti tahun depan akan bisa lebih baik, karena kita tahu juga Pemerintah pada akhir tahun ini juga sudah menetapkan, apakah tahun depan bisa menjadi endemi atau pandemi," lanjut Budijanto. 

Sebenarnya saat ini sektor pariwisata sudah mulai bangkit seiring dengan pelonggaran yang diberikan pemerintah dan kasus covid yang mulai landai. 

"Karena itu memang, kalau sedikit di rem pada akhir tahun saya rasa tidak masalah, supaya tahun depan kita bisa gas untuk lebih baik lagi," sambung Budijanto. 

Meski demikian dia berharap bisa menyalurkan bantuan baik kepada pekerja di Sektor Pariwisata dan para pengusaha pariwisata seperti kebijakan-kebijakan yang mendukung pemulihan sektor tersebut. 

"Kita berharap pemerintah masih tetap memberikan bantuan kepada kawan-kawan khususnya di sektor pariwisata, karena saat ini bantuan itu belum cukup terjangkau, mereka masih belum banyak yang menerima," tutur Budijanto. 

"Mudah-mudahan di tahun depan, pemerintah bisa membuat aturan-aturan yang bisa mendorong para pelaku industri pariwisata seluruh Indonesia sehingga bisa lebih berkembang lagi, Jadi kita berharap pemerintah juga menyalurkan lah, kepada para pegawainya dan pengusaha pariwisata juga," pungkasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD