AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Kasih Diskon PPnBM, Sri Mulyani : Supaya Orang Rajin Belanja

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Jum'at, 19 Februari 2021 11:57 WIB
Tidak sedikit pihak yang mempertanyakan pemberian insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru nol persen.
Kasih Diskon PPnBM, Sri Mulyani : Supaya Orang Rajin Belanja (FOTO: MNC Media)
Kasih Diskon PPnBM, Sri Mulyani : Supaya Orang Rajin Belanja (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Tidak sedikit pihak yang mempertanyakan pemberian insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru nol persen. Namun, tujuan sebenarnya adalah supaya orang Indonesia belanjakan uangnya, sehingga ekonomi bergerak dan tumbuh.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang dikutip Jumat (19/2/2021), Pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi Indonesia masuk jurang resesi. Di mana pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 berada pada minus 2,07 persen (-2,07%). Bahkan di kuartal-II 2020 ekonomi nasional sempat merosot di -5,32%.

Pemerintah tidak tinggal diam, selain mengamakan ekonomi dan memberikan perlindungan masyarakat kecil melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan realisasi di 2020 mencapai Rp579,78 triliun, tahun ini pemerinta menganggarkan lebih besar lagi Rp 627,9 triliun.

Namun, khusus insentif pajak PPnBM mobil baru hingga 9 bulan ke depan, bertujuan agar masyarakat ekonomi menengah bisa menggunakan uangnya untuk membeli mobil. Uangnya tidak disimpan. Pemerintah minta masyarakat tingkatkan konsumsi supaya ekonomi bergerak.

“Untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, terutama dengan mendorong konsumsi rumah tangga kelas menengah, diperlukan stimulus tambahan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” tulis Kementerian Keuangan.

Untuk itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan, mulai 1 Maret 2021, pemerintah memberikan diskon PPnBM secara bertahap sampai akhir tahun.

Tahap Pertama, Maret-Mei 2021,  diskon PPnBM sebesar 100%


Tahap Kedua, Juni-Agustus 2021, diskon PPnBM sebesar 50%


Tahap Ketiga, September-Desember 2021, diskon PPnBM sebesar 25%.

(RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD