AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Kasus Covid-19 Bangkalan Melonjak, 239 Pengendara di Suramadu Positif saat Tes Antigen

ECONOMICS
Aan Haryono/Sindonews
Kamis, 10 Juni 2021 22:04 WIB
Lonjakan penularan COVID-19 di Bangkalan terus naik dan tercatat 239 pengendara yang lewat Suramadu positif Covid-19.
MNC Media

IDXChannel - Lonjakan penularan COVID-19 di Bangkalan terus naik. Tercatat para pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu dan melakukan rapid antigen, tercatat 239 orang yang dinyatakan positif Covid-19, Kamis (10/6/2021). 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sampai saat ini mencoba melindungi warga Kota Surabaya dan menekan kasus Covid-19 di Kota Pahlawan. Salah satunya dengan terus melakukan penyekatan di pintu keluar Suramadu sisi Surabaya. Bahkan, nyaris setiap hari dia memimpin langsung penyekatan dan tes rapid antigen di pos Suramadu itu.

Ia menuturkan, sejak dilakukan penyekatan dan rapid antigen pada Sabtu-Kamis ini, setidaknya sudah ada 13.735 pengendara yang dites rapid antigen. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 13.496 yang hasilnya negatif, dan 239 yang hasilnya positif.

“Sampai dengan pukul 12.00 WIB, yang sudah dites Swab PCR sebanyak 574 orang, 441 diantaranya negatif dan 120 diantaranya positif. Terus masih ada 13 tes yang hasilnya belum keluar,” kata Eri.

Ia melanjutkan, bagi warga yang hasil tes swab PCR-nya positif, akan langsung dibawa ke rumah sakit penyangga sesuai arahan dari Gubernur Jawa Timur. Kemudian bagi yang masih menunggu hasil tes PCR-nya, sementara diarahkan ke Asrama Haji. “Rumah sakit penyangga sesuai arahan Bu Gubernur seperti ke Rumah Sakit Dr. Soetomo dan beberapa rumah sakit lainnya,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa sampai saat ini masih menunggu arahan dari Gubernur Jatim, Kapolda dan Pangdam V untuk melakukan penyekatan di satu titik. Ia memastikan, pihaknya siap mengikuti arahan dari Forkopimda Jatim itu. Sebab, bagaimana pun juga antara Surabaya dan Madura adalah keluarga besar yang tidak bisa dipisahkan satu dan yang lainnya.

“Insyallah kita siap lahir batih untuk membantu, karena ini demi kepentingan bersama. Insyallah nakes siap kita support dan juga antigennya kita siapkan. Jadi, kita akan mengikuti saja apa arahan Gubernur,” tegasnya.

Selain melakukan penyekatan di Suramadu atau di pintu masuk Surabaya,  Eri juga memastikan saat ini pihaknya tengah fokus melakukan antisipasi di dalam kota. Sebab, dia tidak ingin ada peningkatan kasus di dalam kota. “Swab massal dan Swab Hunter di dalam kota terus kita lakukan, baik di permukiman warga dan keramaian masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan kepada warga yang melakukan mobilitas di beberapa minggu terakhir ini. Hal ini dilakukan untuk deteksi dini sebaran COVID-19 di Surabaya. “Kalau ada warga Madura yang berkunjung ke Surabaya dan sebaliknya, kita lakukan tracing dan juga tes, termasuk tesnya itu ke pasar-pasar,” jelasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD