"Kalau kita lihat strateginya Bapak Presiden dari awal kan kita sudah coba untuk mengurangi dependensi terhadap impor ya. Tadi salah satunya biodiesel, kebijakan dan segala macam. Saya kira itu sudah satu langkah mitigasi ya. Jadi kita coba kurangin dependensi terhadap minyaknya," tutur Seto.
Dia mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak perlu dilihat dari sisi keberlanjutannya. Berdasarkan pengalaman konflik sebelumnya, lonjakan harga kerap terjadi secara sementara.
"Kalau kita lihat kemarin perang Rusia, Ukraina atau kemarin yang tahun lalu serangan Israel ke Iran kan sempat naik spike tapi kan langsung turun lagi kan. Jadi kita lihat lah. Kalau nanti Selat Hormuz ditutup ya mungkin itu akan cukup problematik lah, tapi ya kita lihat satu minggu ke depan ya mudah-mudahan kita doakan ya ini bisa cepat selesai. Ada jalan damai lah," tuturnya.
(DESI ANGRIANI)