AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kehabisan Uang, Warga Kampung Miliarder Menyesal Jual Tanah ke Pertamina

ECONOMICS
Pipiet Wibawanto/Kontri
Selasa, 25 Januari 2022 15:47 WIB
Setelah viral setahun lalu karena berubah menjadi kampung miliarder, kini warga di sana mulai menyesal menjual tanahnya.
Kehabisan Uang, Warga Kampung Miliarder Menyesal Jual Tanah ke Pertamina. (Foto: MNC Media)
Kehabisan Uang, Warga Kampung Miliarder Menyesal Jual Tanah ke Pertamina. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Setelah viral setahun lalu karena berubah menjadi kampung miliarder, kini warga di sana mulai menyesal menjual tanahnya. Apalagi, setelah mendapatkan uang banyak, mereka tak jua mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan.

Warga yang dulu lahannya dibeli pertamina untuk proyek pembangunan kilang minyak kini sudah tak memiliki pekerjaan. Bahkan mereka sempat berunjuk rasa untuk meminta pekerjaan, sebab tanah garapan mereka sudah diambil alih oleh Pertamina.

"Saya warga terdampak kilang minyak, dijual satu meternya satu juta, luasnya ada 133 meter persegi. Dibeli tinggal Rp117 juta," keluh Musanam, ditemui di Desa Waduung, Tuban, Jawa Timur, Selasa (25/1/2022).

Musanam bersama warga lainnya kini sudah tergusur dari tempat tinggalnya karena pembangunan kilang sedang berlangsung. Meski, dia sudah tinggal di rumah gedong yang tampak mewah.

Setelah lahan dan rumahnya tergusur proyek pembangunan kilang minyak Pertamina, dia dan keluarganya tidak punya lahan untuk bercocok tanam. Dia mendapatkan ganti rugi sebesar Rp1 juta per meternya pada 2020 lalu sehingga dapat menempati rumah bari.

Uang ganti rugi lahan tersebut digunakan untuk membangun rumah barunya, yang kini sudah dia tempati. Sedangkan anaknya yang dulu juga dijanjikan pekerjaan tak kunjung terealisasi.

Karena hasil penjualan tersebut, Musanam juga kehilangan penghasilan tetapnya sebagai petani. Sebab, lahan pertanian dan rumahnya telah dijual untuk kepentingan proyek nasional pembangunan kilang minyak.

Alhasil, demi menyambung hidupnya, setiap hari musanam hanya mencari rumput untuk tiga sapinya. Sedangkan tiga sapi lainnya telah ia jual untuk makan sekeluarga.

"Saya sekarang tidak punya pekerjaan sama sekali, ada sapi enam, kini tinggal tiga, buat makan," ungkap dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD