AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Kembali Geruduk Balai Kota, Buruh Minta Pemprov DKI Cabut Penetapan UMP 2022

ECONOMICS
Muhammad Refi Sandi/MPI
Selasa, 30 November 2021 12:56 WIB
FSP RTMM-SPSI DKI Jakarta menggelar demo di depan Balai Kota Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. 
Ilustrasi UMP
Ilustrasi UMP

IDXChannel - Aliansi buruh dari organisasi Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) DKI Jakarta menggelar demo di depan Balai Kota Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. 

Pelaksana Tugas Ketua (Plt) Pimpinan FSP RTMM-SPSI DKI Jakarta Ujang Romli menyebut aksi ini meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mencabut penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022.

"Kami menuntut kepada pemerintah khususnya DKI Jakarta untuk mencabut keputusannya terkait UMP yang hanya naik 0,8 persen. Menurut kami itu gak masuk akal," ucap Ujang kepada awak media, Selasa (30/11/2021).

"Kita berada di DKI Jakarta notabene Ibu Kota negara yang mana kita tahu betapa tingginya kebutuhan hidup. Terkait penetapan UMP 2022 hanya 1,09 persen dari UMP 2021 bahkan DKI hanya 0,8 persen atau Rp37.500," imbuhnya.

Ujang membeberkan aksi pada hari ini hanya ratusan dan merupakan aksi tunggal serta minimalis. Tak lain untuk menyampaikan aspirasi masyarakat pekerja di sektor rokok, tembakau, makanan, dan minuman.

"Pada hari ini kita aksi tunggal FSP RTMM SPSI Jakarta karena kami mendapatkan instruksi jelas dari pimpinan pusat bahwa pada hari ini kami menurunkan jumlah minimalis ini hanya pimpinan FSP RTMM-SPSI DKI Jakarta kurang lebih kami membawa 300 personel. Untuk menyampaikan aspirasi tuntutan masyarakat pekerja. Khususnya di sektor Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman," pungkasnya.

Pantauan MNC Portal dilokasi pukul 12.15 WIB massa aksi masih berorasi di depan Balai Kota. Sementara itu, lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan ramai lancar.

Kita berada di DKI Jakarta notabene Ibu Kota negara yang mana kita tahu betapa tingginya kebutuhan hidup. Terkait penetapan UMP 2022 hanya 1,09 persen dari UMP 2021 bahkan DKI hanya 0,8 persen atau Rp37.500.

Kami menuntut kepada pemerintah khususnya DKI Jakarta untuk mencabut keputusannya terkait UMP yang hanya naik 0,8 persen. Menurut kami itu gak masuk akal. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD